Di Duga Ada Pihak Tak Nyaman Dengan Strategi Jitu Prabowo Sikapi Konflik di Laut Cina Selatan

Republiksatu.com, Jakarta

Ketika Konflik Di Laut Cina Selatan semakin meruncing, dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi konflik militer, maka yang terkena imbas dari konflik itu adalah Negara-negara yang berada di kawasan Laut Cina Selatan, termasuk Indonesia, Negara yang paling luas terkena dampak konflik tersebut, tentunya kondisi tersebut harus di antisipasi agar Ketahanan Nasional tidak terganggu dengan adanya konflik yang di picu oleh klaim RRC terhadap kawasan Laut Cina Selatan menjadi salah satu wlayah Teritorialnya, demikian disampaikan Amir Hamzah pengamat saat di temui di kawasan Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, 14/7/2020.

“Nah, saya mengamati dalam menyikapi situasi Konflik di Laut Cina Selatan, Menhan Prabowo berinisiatif untuk melakukan gerakan strategis dengan, untuk kepentingan ketahanan dan pertahanan nasional ”ungkap Amir Hamzah  

Menurutnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto telah mengambil langkah yang sangat tepat dalam menyikapi perkembangan  konflik di Laut Cina Selatan,  yakni  membangun kekuatan sentrifugal yaitu mengambil manfaat persoalan di wilayah tersebut, adapun strategi sentrifugal ini adapat di maknai sebagai gerak semu yang menjauh dari pusat konflik, namun dari gerakan semu itu, Indonesia akan mengambil manfaat dari konflik tersebut, dengan melakukan penggalangan terhadap Negara-negara yang berada di kawasan Laut Cina Selatan, yang tidak memihak Cina maupun tidak memihak Amerika Serikat.

“Apa yang dilakukan Menhan Prabowo ini sesuai politik International Indonesia, yakni bebas dan aktif, namun pada perkembangannya, saya menduga ada pihak yang tidak nyaman dengan apa yang di lakukan Menhan Prabowo Itu.”ucap Amir Hamzah.

Adapun pihak tersebut, imbuh Amir, di sinyalir dari mereka yang tentunya dalam situasi mendapat tekanan dari Cina, dan mungkin juga mendapat tekanan dari Amerika, agar Indonesia terlibat dan melibatkan diri dalam konflik di Laut Cina Selatan, tanpa memikirkan implikasi negative dan membahayakan bagi ketahanan maupun pertahanan Nasional, serta juga tanpa memikirkan efek dari Konflik di Laut Cina Selatan terhadap kondisi politik maupun perekonomian Indonesia yang juga sedang di hadapkan pada permasalahan rumit, dan rentan terjadinya konflik.

“Saya menduga mereka merasa tidak nyaman dengan strategi jitu Menhan Prabowo sikapi Konflik Laut Cina Selatan, sehingga mereka berusaha agar strategi tersebut tidak di terapkan menjadi Kebijakan Pemerintah Jokowi, ini yang membuat saya prihatin, dan heran mengapa mereka tidak mendahulukan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi maupun kelompok?”tukas Amir.

Lebih lanjut Amir mengatakan bahwa indikasi adanya pihak yang tidak merasa nyaman terhadap strategi Menhan Prabowo dalam menyikapi persoalan di Laut Cina Selatan, yakni nampak pada adanya upaya mengalihkan perhatian public dengan mendorong Menhan Prabowo mengerjakan hal-hal yang kurang strategis dan tidak sesuai dengan kompetensinya, misalnya mengurus Lumbung Padi dan masalah lainnya, sehingga hal sangat strategis dan implikasinya bagi Ketahanan Nasional dalam menghadapi konflik Laut Cina Selatan, di buat seakan-akan di abaikan.

“ Apa yang di lakukan Menhan Prabowo menyikap masalah Konflik Laut Cina Selatan, demi kepentingan Ketahanan Nasional, bukan kepentingan pribadi seorang Prabowo, mereka yang tidak nyaman dengan langkah Prabowo tersebut, sebaiknya memahami kembali Pancasila dan UUD 1945 bahwa kepentingan Nasional harus berada di atas kepentingan pribadi maupun golongan,”pungkas Amir Hamzah



0 Comments


Leave a Comment