Presiden Jokowi jangan korbankan Kepentingan Nasional di Konflik Laut Cina Selatan

Republiksatu.com, Jakarta;

Konflik di Laut Cina Selatan, nampak kian memanas, klaim RRC ( Cina) terhadap kawasan Laut Cina Selatan, bagian dari wilayah teritorial dari Cina, bukan hanya membuat negara-negara di Kawasan Laut Cina Selatan, seperti Jepang, Philipina, Malaysia, dan juga Indonesia gusar dan khawatir akan terjadinya konflik yang dapat meruncing menjadi suatu pertempuran di kawasan tersebut, melainkan juga muncul  kegusaran gangguan terhadap kepentingan politis maupun ekonomis ( investasi) dari Amerika Saerikat di kawasan tersebut, sehingga konflik antara RRC beserta sekutunya melawan Amerika beserta sekutunya, demikian di sampaikan Amir Hamzah saat ditemui di Masjid Cut Mutiah, Jakarta Pusat, Minggu, 12/7/2020.

“ Cina sangat berkepentingan untuk mengklaim wilayah Laut Cina Selatan bagian dari teritorialnya, karena kawasan tersebut sangat strategis untuk kepentingan Cina menghidupi warganya yang saat ini mengalami berbagai persoalan, misalnya persoalan bencana alam dsb, “ungkap Amir Hamzah.

Menurut Amir, saat ini Cina sedang mengalami berbagai bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dsb, serta berbagai persoalan politik maupun ekonomi di dalam negerinya, akibatnya mau tidak mau Pemerintah Cina harus memenuhi  kebutuhan   dari penduduknya, serta untuk menyelamatkan kondisi ekonominya yang sedang tidak stabil, sehingga sebagai langkah solusinya, pemerintah Cina untuk menghidupi 1,3 Milyar orang penduduknya, yakni dengan mengklaim dan juga menguasai kawasan Laut Cina Selatan, agar Cina dapat mengendalikan  negara-negara yang ada di kawasan itu untuk menopang perekonomian Cina yang sedang menghadapi ancaman tidak terpenuhinya kebutuhan pokok warganya,sementara itu, Amerika pun tidak mau kehilangan investasinya di negara-negara yang berada di kawasan Laut Cina Selatan tersebut.

“ Nah, jika konflik Cina dan Amerika di Laut Cina Selatan itu, meruncing menjadi ladang pertempuran milter, maka tentunya negara-negara di wlayah tersbut akan terkena dampaknya, termasuk Indonesia”kata Amir Hamzah.

Amir menjelaskan bahwa  Indonesia bukan hanya terkena dampak dari konflik Laut Cina Selatan, namun juga tidak menutup kemungkinan  akan terseret dalam pusaran konflik tersebut, Pemerintah Cina akan melakukan tekanan politik kepada Pemerintah Jokowi, kemudian dikarenakan tidak mampu menghadapi tekanan, karena di sinyalir selama ini Pemerintah Jokowi telah sangat erat membangun hubungan politik maupun inveestasi dengan  Pemerintah Cina, apalagi di duga parpol pendukung Jokowi pada pilpres 2019 lalu, ada  yang sudah lama menjalin hubungan politik dengan Cina, sehingga parpol tersebut turut mempengaruhi kebijakan Pemerintah Jokowi untuk tidak menolak  tekanan dari Cina.

“Kalau Rezim Jokowi tidak tepat dalam menghadapi persoalan Laut Cina Selatan, maka saya tegaskan Jangan korbankan kepentingan Nasional, hanya karena tidak mampu menghadapi tekanan RRC, kepentingan Nasional kita adalah politik Bebas aktif, tidak bela Cina dan tidak bela Amerika, tapi memperkuat ketahanan Nasional untuk tidak terlibat dan tidak melibatkan diri dalam konflik, melainkan menjaga wilayah NKRI agar tidak terkena dampak dari konflik di laut Cina Selatan ” tandas Amir Hamzah.





0 Comments


Leave a Comment