Komisi II DPR RI Sepakat I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi PAW Wahyu Setiawan

Pasca terjadinya operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus dugaan gratifikasi pergantian antar waktu anggota DPR RI dari Fraksi PDI-Perjuangan, beberapa waktu silam, dengan tersangka Wahyu Setiawan anggota KPU RI, nampaknya Komisi Pemilihan Umum bertindak cepat untuk melakukan Pergantian Antar Waktu terhadap Wahyu Setiawan.

Proses pengajuan nama pengganti Wahyu Setiawan pun tidak berlangsung lama di ajukan ke Komisi II DPR RI, kemudian para legislator di komisi II DPR RI pun menindaklanjutinya dengan menggelar rapat untuk menentukan sosok pengganti dari Wahyu Setiawan, adapun nama calon anggota KPU RI yang di ajukan terdapat nama I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi anggota Bawaslu Propinsi Bali

seperti di lansir dari berita antaranews, yang menyebutkan bahwa Setelah melalui pembahasan yang cukup hangat, Komisi II DPR RI menyepakati nama Anggota Bawaslu Provinsi Bali I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menjadi Komisioner KPU Pengganti Antar Waktu (PAW) Wahyu Setiawan, demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Saan Mustofa usai berlangsungnya rapat internal Komisi II di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 11/2/2020.

"ya, rapat berlangsung dinamis, dan akhirnya kami menyepakati Pak Dewa menjadi anggota KPU RI pengganti Pak Wahyu Setiawan," ujar Saan.

ia pun menjelaskan bahwa Proses penetapan komisioner KPU PAW Wahyu Setiawan tidak akan melalui uji kelayakan dan kepatutan lagi di DPR RI. penetapan itu otomatis saja berkat perolehan suara Dewa dari hasil uji kelayakan dan kepatutan sebelumnya di DPR RI pada 2017 lalu, seperti di ketahui  I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi saat pemungutan suara pemilihan komisioner pada 2017 lalu,  berada pada posisi ke 8, mengumpulkan 21 suara anggota DPR. Jumlah suara terbanyak diperoleh Pramono Ubaid Tanthowi dan Wahyu Setiawan dengan 55 suara, kemudian Ilham Saputra dan Hasyim Asy'ari masing-masing 54 suara. Peringkat kelima, Viryan Azis dengan 52 suara, sementara Evi Novida Ginting Manik 48 suara dan Arief Budiman 30 suara.

Mengenai posisi Wahyu Setiawan, imbuh Saan, yang bersangkutan secara resmi sudah menyampaikan surat pengunduran dirinya kepada KPU setelah peristiwa Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) pada Rabu (8/1/2020).

“Surat pengunduran diri itu ditembuskan KPU kepada Presiden dan salinan suratnya diterima DPR RI, Komisi II DPR RI menggelar rapat internal pada Selasa ini dan menyepakati Dewa sebagai Pengganti Antar Waktu Komisioner KPU Wahyu Setiawan”pungkas Saan


0 Comments


Leave a Comment