Wakil Ketua Komisi IX DPR RI: Pemerintah Harus Pikirkan Nasib Pekerja Harian

Republiksatu.com, Jakarta; Jumlah orang yang terjangkit virus Corona di Indonesia terus bertambah. Per Senin (16/3/2020) pukul 05.00 WIB, Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, mengatakan sudah ada 117 orang yang positif COVID-19 di Indonesia.

Presiden Joko Widodo menggelar konferensi pers terkait perkembangan penyebaran Covid-19 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020) siang.

Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah" kata Jokowi.

Menanggapi hal tersebut  terkait kerja dirumah, Sri Rahayu Wakil Ketua Komisi IX DPR RI membayangkan “Bagaimana nasib orang-orang yang menggantungkan pendapatannya sebagai pekerja harian?” kata Sri Rahayu melalui rilisnya siang ini (16/3/20) di Jakarta.

 Terbayangkan  bagaimana situasi dan kondisi keluarga  menjadi pekerja harian yang perekonomian keluarganya disokong dari interaksi sosial dam pendapatanya bersifat harian bukan sistem gaji yang dikelola untuk satu bulan”, kata Sri Rahayu.

Politisi PDI Perjuangan tersebut mengungkapkan “pekerja yang menggantungkan nasibnya hari ini bekerja untuk hidup hari esok dan jika tidak berangkat bekerja hari ini maka besok tidak akan bisa menghidupi keluarganya”, sambung Yayuk.

Disatu sisi bisa senang bersama  keluarga di rumah, tetapi disisi lain mereka pasti berfikir bagaimana untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga untuk hari esok? Inilah salah satu contoh ungkapan buah simalakama secara nyata.

Hal ini harus dipikirkan oleh pemerintah baik di Pusat maupun Daerah. Jadi, tidak hanya ASN saja yang diperjuangkan, sementara pekerja harian nasibnya tak tentu dan terkatung-katung”,  Tutup Yayuk.


0 Comments


Leave a Comment