Kepala BNPB Letjen Doni Monardo di Tunjuk Sebagai Ketua Tim Pelaksana GTP2 Covid-19

Republiksatu.com,Jakarta; Angka kasus positif Virus Corona Covid-19 di Indonesia terus bertambah. Hingga Jumat (13/3/2020), pemerintah menyatakan sudah ada 69 kasus positif Corona Covid-19, 5 di antaranya berhasil sembuh dan 4 orang meninggal dunia, sedangkan sisanya masih dalam perawatan.

Sementara itu Informasi yang diperoleh  dari WHO sejak 11 Maret 2020 menyebutkan telah meningkatkan status penyebaran Covid-19 menjadi pandemik global. Artinya penyebaran penyakit ini sudah menyebar luas ke seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, sampai dengan Jumat (13 Maret 2020), 69 orang positif, dan 4 meninggal dunia karena Covid-19. Merespon hal tersebut, maka Bapak Presiden telah menunjuk kami Kepala BNPB sebagai Ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTP2) Covid-19, demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo saat  menggelar konferensi pers peluncuran gugus tugas percepatan penaganan Covid-19 di ruang Sutopo Purwo Nugroho Lantai 15 Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, pada Sabtu (14/3/2020).

" Sebagai tindak lanjut dari penugasan Bapak Presiden tersebut, maka berikut ini beberapa hal yang dapat kami sampaikan. perhatian utama kami adalah untuk menyembuhkan mereka yang sakit dan melindungi mereka yang sehat”ucap Letjen Doni Monardo

Menurutnya, Guna melakukan hal itu, maka perlu dilakukan percepatan penanganan Covid-19 secara masif dengan melibatkan seluruh sumberdaya yang ada secara pentahelix (Pemerintah, Masyarakat, Dunia Usaha, para pakar dan akademisi serta Media). Percepatan yang akan dilakukan adalah dengan menerapkan manajemen penanganan darurat bencana yang memberikan akses lebih luas dan mudah dalam pengerahan sumberdaya secara terencana dan terpadu sebagaimana tercantum dalam pasal 50 UU no 24/2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Lebih lanjut dia menegaskan bahwa Gubernur dan Bupati/Walikota harus segera membentuk Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Daerah berdasarkan pertimbangan dan rekomendasi Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Gubernur dalam pelaksanaan tugasnya akan dibantu oleh Pangdam/Danrem, Kapolda, Kadiskes dan Kepala BPBD serta OPD dan para pihak yang terkait (Pentahelix). Bupati/Walikota dalam pelaksanaan tugasnya akan dibantu oleh Dandim, Kapolres, Kadiskes dan Kepala BPBD serta OPD dan para pihak yang terkait (Pentahelix).

“Secara teknis penanganan penyakit, jajaran sektor kesehatan baik dari Pemerintah maupun para pihak dari BUMN, sektor lembaga usaha swasta, IDI, lembaga non pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset akan terlibat secara terencana dan terpadu untuk melakukan penguatan pencegahan, percepatan deteksi dan respons Aksi nyata yang dilakukan adalah memperbanyak tempat pengetesan covid-19, memperbanyak toolkits untuk test secara cepat, memperbanyak tenaga medis dengan mengundang dan melibatkan semua pihak termasuk para mahasiswa kedokteran tingkat akhir, dokter dokter dari IDI, serta relawan medis lainnya,”tukasnya

Ia juga menjelaskan bahwa Para tenaga medis tersebut juga ada yang akan membantu memberikan penjelasan tentang seluk beluk penanganan virus covid-19 sehingga masyarakat dengan mudah mendapat penjelasan yang benar dan akurat disamping juga bisa mendapatkan informasi dari website dan call center yang akan terus kami perkuat kemampuannya.

Pelibatan masyarakat, imbuhnya memegang peranan yang sangat penting. Masyarakat menjadi subyek untuk berperan aktif dalam pencegahan dan deteksi dini dengan cara meningkatkan imunitas diri dengan melaksanakan gerakan masyarakat sehat, melakukan upaya pengurangan kontak fisik, memberikan informasi jika merasakan gejala atau memiliki riwayat mengunjungi negara yg terjangkit covid-19, melakukan karantina diri dengan mengacu protokol dari kementerian kesehatan. Meningkatkan semangat gotong royong saling membantu seperti berbagi masker kepada para warga yg menunjukkan gejala seperti flu (batuk, pilek, bersin dan panas), berbagi makanan kepada masyarakat yang kurang sejahtera agar imunitas diri mereka meningkat.

“Saat ini adalah momentum yang sangat baik untuk melakulan aksi bela negara dengan saling memberikan semangat dan saling membantu untuk memutus rantai penularan virus yang berbahaya bagi kelompok rentan (orang tua yang memiliki penyakit, orang lanjut usia dsb)”tegas Letjen Doni Monardo

Letjen Doni Monardo juga mengingatkan bahwa Melihat tingkat keseriusan Covid-19 di negara-negara lain, maka Pemda perlu menyediakan dan menggunakan sumberdaya yang dimiliki, apakah itu personel, peralatan, logistik dan lain-lainnya. Perlu menjadikan percepatan penanangan Covid 19 ini menjadi prioritas dengan langkah-langkah yang dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan dan BPBD. Perlu kita ingat bahwa virus ini bisa menginfeksi siapaun tanpa mengenal usia, jabatan, ras dan agama, sehingga kita harus hadapi Bersama-sama. Untuk itu Pemerintah menyampaikan agar semua pihak tidak panik dan melakukan tindakantindakan yang berlebihan seperti membeli logistic seperti kebutuhan sehari-hari, masker, hand sanitizer hingga bahan baku jamu. Namun yang perlu kita lakukan saat ini oleh semua pihak: semua lapisan masyarakat, dunia usaha, BUMN/BUMD, Pemerintah dan pemerntah daerah, LSM termasuk organisasi keagamaan dan masjid-masjid, gereja, dan rumah peribadatan lainnya, yaitu Perbanyak kegiatan bersih-bersih ruangan dan lingkungan.

“Ikuti 9 Protokol WHO dan tetap koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Dinas-Dinas Kesehatan 3. Dapat memberikan infomasi daerah asal korban positif maupun suspect Covid 19 untuk dilaksanakn Tracing dan tracking yang dilakukan oleh para epidomiolog, TNI, Polri dan BIN Pelibatan Komponen Masyarakat di tingkat RT/RW.  Pelibatan Pemda dalam melakukan test dengan memanfaatkan Laboratorium yang ada untuk uji Covid 19 koordinasi dengan Menkes”pungkas Letjen Doni Monardo di hadapan awak media yang hadir di konferesi pers.

 Di akhir paparannya, Letjen Doni Monardo memerintahkan agar di Setiap Pemda Provinsi dan Pemdak Kab/Kota untuk membuat Protokol untuk Susunan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ini, Bagi yang tidak sehat, batuk, pilek, dan demam agar tidak memasuki Gedung gedung yang banyak orang didalamnya seperti perkantoran, mall dan lebih memilih istirahat di rumah 8. setiap Gedung untuk melakukan tes suhu tubuh dengan alat yang memadai Protokol WHO adalah  Melakukan koordinasi di tingkat nasional dan daerah, Menyampaikan informasi yang benar dan tepat terkait risiko penularan dan pencegahan Covid 19 kepada masyarakat, Melaksanakan surveillance untuk melakukan pelacakan kasus , Melaksanakan tindakan yang tepat dan sesuai di pintu-pintu masuk dan keluar negara Indonesia.

“Saya tegaskan  kembali agar di daerah segera membentuk tim reaksi cepat, memperkuat system laboratorium, melaksanakan tindakan-tindakan pencegahan dan pengawasan terhadap infeksi baru dan tatalaksana kasus yang keberlanjutan pelayanan penting kepada korban/kasus , menyediakan kebutuhan logistic, material dan fasilitas kesehatan, jangan panik, tapi tetap waspada”tegas Letjen Doni Monardo Ketua Tim Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.


0 Comments


Leave a Comment