Dibalik Lahirnya Supersemar, Ada Spirit dan Tekad Melaksanakan Pancasila secara Murni dan Konsekuen

Republiksatu.com,Jakarta; Hari ini, tepat 54 tahun silam, Terbitnya Surat Perintah 11 Maret 1966,Isinya adalah instruksi presiden Soekarno kepada Panglima Komando Operasi Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan menyelamatkan dan mengamankan situasi negara karena dampak peristiwa Gerakan 30 September 1965, demikian disampaikan Amir Hamzah Pengamat Kebijakan Publik yang juga salah seorang Tokoh Angkatan 66 kepada pers, saat di temui di Jakarta, 11 Maret2020.

" Terlepas adanya kontroversi soal Supersemar,namun  lahirnya Supersemar adalah Momentum kembalinya  kesadaran untuk melaksanakan Pancasila secara murni dan konsekuen"ungkap Amir Hamzah

Menurutnya, peristiwa 54 tahun silam tersebut, bukan hanya di maknai sebagai sebuah surat Perintah saja, melainkan justru di maknai sebagai tonggak sejarah lahirnya kesadaran bersama untuk Melaksanakan Pancasila secara murni dan konsekuen, karena kondisi saat itu, Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia, tidak dilaksanakan dan juga tidak di amalkan,bahkan di lemahkan sehingga muncul lah peluang bagi tumbuhnya gerakan yang ingin menggantikan Pancasila.

"Nah, masyarakat khususnya generasi Milineal, mesti memahami tentang fakta sejarah lahirnya Supersemar, bukan sepotong potong tapi harus utuh dan mendasar" tutur Amir Hamzah yang juga salah seorang saksi Sejarah lahirnya Orba.

Di tambahkan oleh Amir Hamzah, apabila saat itu, Bung Karno tidak mengeluarkan Supersemar,maka Bangsa Indonesia hancur, Pancasila pun sudah di ganti ideologi lain yg tidak cocok dengan jatidiri bangsa Indonesia, dengan Terbitnya Supersemar oleh Bung Karno, kemudian di laksanakan oleh Pak Harto, sehingga Pancasila terselamatkan dan kembali menjadi ideologi Bangsa Indonesia.

"Di era sekarang, peringatan lahirnya Supersemar, hendaknya menjadi refleksi sejarah, agar tidak terulang kembali tumbuhnya gerakan yang ingin menggantikan Pancasila, maka mari bulatkan tekad untuk Melaksanakan Pancasila secara murni dan konsekuen," pungkas Amir Hamzah.


0 Comments


Leave a Comment