Warga berharap semua pihak harus saling membantu atasi banjir di Jakarta

Republiksatu.com, Jakarta

Pasca hujan ekstrem yang mengguyur Jakarta dengan durasi yang lama pada Selasa dini hari (25/2), Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan kembali meninjau Pintu Air Manggarai dan melakukan koordinasi bersama jajaran, di Jakarta Pusat, Selasa (25/2) pagi. Turut menyertai kunjungan Gubernur Anies, antara lain Sekda Provinsi DKI Jakarta, Saefullah dan para Pejabat Pemprov DKI Jakarta.

Dalam kesempatan ini, Anies menyampaikan, terjadinya genangan dan banjir di sejumlah wilayah disebabkan karena hujan lokal dengan curah hujan yang ekstrem. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memfokuskan pada penanggulangan bencana saat terjadinya hujan lokal dengan curah hujan yang ekstrem.

Menurut peta sebaran hujan Jabodetabek, hingga Selasa (25/2) pukul 07.00 WIB, terdapat 7 (tujuh) stasiun dengan curah hujan ekstrem (>150 mm/hari), yaitu Stasiun Meteorologi Kemayoran (278 mm/hari), Pintu Air Pulo Gadung (260 mm/hari), Pulomas (245 mm/hari), Manggarai (209 mm/hari), Halim Pk (205 mm/hari), Sunter Timur I Kodamar (165 mm/hari), Setiabudi Timur (150 mm/hari).

"Jadi air yang Ada di sini, kalau anda lihat, itu tidak banyak sampah. Artinya itu air lokal, dan karena air lokal, tidak bergolak, jumlahnya memang cukup besar, karenanya itu sampai pada siaga 1, bukan air kiriman, tapi air lokal dan sampai siaga 1. Itu Artinya jumlahnya cukup banyak," terangnya.

Untuk itu, sejak dini hari tadi seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta telah berupaya membantu evakuasi wilayah terdampak.

"Jadi kita siapkan di semua tempat. Saat ini jumlah RW yg terdampak masih bergerak terus, tadi di atas 200 RW yang terdampak, dari 2.738 RW yang Ada di Jakarta. Kemudian juga membangun pos pengungsian di wilayah-wilayah terdampak itu, pos kesehatan dan pasokan kebutuhan pokok bagi seluruh masyarakat," ungkapnya.

Pada kesempatan yang ini, Anies turut mengimbau bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, dapat menghubungi Nomor Tunggal Layanan Darurat Jakarta Siaga, 112, atau datang ke kelurahan terdekat untuk mendapatkan bantuan sesuai yang dibutuhkan.

Sementara itu, Kepala Dinas SDA Provinsi DKI Jakarta, Juaini menuturkan, saat ini pihaknya telah menyiapkan 170 pompa mobil untuk penanggulangan genangan serta mengerahkan seluruh petugas untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir. Ia juga mengatakan hingga saat ini pihaknya terus melakukan pengerukan saluran untuk mengurangi terjadinya luapan air.

"Kalau permukiman dari tadi pagi sudah siaga 1, kemungkinan meluap. Mungkin sepanjang kali itu sudah masuk ke pemukiman warga. Yang jelas kita tim SDA saat ini sudah di lapangan semua, mengupayakan bantu warga untuk pengungsian. Apa yang kita punya semua kita kerahkan," tandasnya.

Sementara itu, hasil pantauan republiksatu.com di sejumlah kawasan terdampak banjir, di kawasan Kemang Timur V terendam banjir setinggi 1,5 meter akibat jebolnya tanggul Kali Buncit.nampak warga di kawasan tersebut, kesulitan untuk keluar rumah, karena minimnya fasilitas untuk mengekvakuasi warga, hingga warga memilih tinggal di rumah, sambil mengharapkan bantuan dari pihak Pemerintah maupun dari pihak lain di luar pemerintah ( instansi swasta)

Banjir kali ini di sebabkan aliran air dari Kali Buncit terlihat sangat deras mengalir ke permukiman warga. Salah seroang warga sebut saja Rohman selaku petugas sekuriti permukiman mengatakan tinggi air telah meningkat sejak malam hari. Ditambah jebolnya tanggul Kali Buncit hingga derasnya aliarn air maupun tinggi air sangat cepat meningkat.

"Jam 03.00 pagi tinggi sekitar 1,5 meter. Terus jebolnya tanggul itu jam 05.00 WIB, warga mengeluh karena minimnya sarana untuk evakuasi,mas, karena itu kami berharap bukan hanya pemerintah saja yang membantu korban banjir, ya kalau ngarepin pemerintah aja, kagak bisa di atasi semuanya, semua pihak harus saling membantu atasi banjir di Jakarta" kata Rohman, saat ditemui dilokasi, Kemang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (25/2/2020).





0 Comments


Leave a Comment