Warga Berharap Pemprov DKI Jakarta Lebih Optimal dalam Penanganan Banjir

Republiksatu.com, Jakarta; Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mengoptimalkan penanganan genangan baik di ruas jalan maupun wilayah permukiman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, Sebejo mengatakan, berdasarkan data hingga pukul 09.00 WIB hanya ada satu ruas jalan di Jakarta Utara yang belum bisa dilalui kendaraan.

"Jalan Raya Babek, Kelurahan Rorotan, belum bisa dilintasi kendaraan, genangan masih berkisar 50 sentimeter. Sementara untuk, di Jalan Sungai Brantas dan Jalan Rugu SMP 231 genangan tersisa 25 sentimeter dan sudah bisa dilalui kendaraan," ujarnya, Senin (24/2).

Sementara, untuk wilayah permukiman yang masih tergenang di Jakarta Utara meliputi 14 RT dan 11 RW. Kemudian, di Jakarta Timur terdiri dari 26 RT dari 5 RW.

"Pada pukul 09.00 hanya 0,58 persen wilayah RW terdampak dari total 2.738 RW di Jakarta," terangnya.

Sementara itu, Kepala Pusdatin BPBD DKI Jakarta, Muhammad Insaf menjelaskan, bantuan bagi warga terdampak banjir juga sudah dilakukan, mulai dari tahap awal atau evakuasi hingga pemenuhan kebutahan dasar saat mengungsi.

"Selain makanan siap saji, ada juga bantuan berupa selimut, pakaian, air mineral, pampers, pembalut, beras, matras, hingga mi instan," tandasnya.

Dari hasil pantauan republiksatu.com, dari berbagai kawasan yang tergenang genangan air, salah satunya Genangan yang melanda permukiman warga Jalan Hj Fatmah Hamzah, RT 06/02, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pagi ini telah surut.

Surutnya genangan di wilayah tersebut terjadi setelah Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan menyedot air dengan satu unit pompa.

"Awalnya saya kerahkan 10 personel. Kemudian kami meminta bantuan satu pompa dan lima personel dari Sudin SDA Jakarta Selatan," ujar Anshori, Kasatpel SDA Kecamatan Mampang Prapatan, Senin (24/2).

Ia menjelaskan, genangan yang muncul saat hujan turun Sabtu (22/2) malam ini sempat mencapai ketinggian 30 sentimeter. Kondisi ini dipicu akibat penyempitan saluran di lingkungan permukiman warga.

"Setelah kita membersihkan saluran dari sampah dan lumpur, secara perlahan genangan surut. Tadi pagi sisa lumpur juga sudah dibersihkan," tandasnya.

Sementara itu, Hasan (35) salah seorang warga di kawasan Mampang Prapatan, saat di temui Republiksatu.com, berharap agar Pemprov DKI Jakarta, mengoptimalkan penangangan banjir di musim penghujan ini.

“Ya, kita berharap banget, Pemprov DKI Jakarta terus menerus mengoptimalkan penanganan banjir, sehingga warga tidak merasa kebingungan, nah untuk kali ini, penanganan banjir sudah cukup optimal, di hari mendatang, jika ada banjir, Pemprov harus lebih optimal,”tukas Hasan.

 

 


0 Comments


Leave a Comment