Melalui Pilkada Lawan Oligarki Parpol Dengan Pilih Calon Kepala Daerah Jalur Perseorangan

Republiksatu.com, Tangerang Selatan;

Tahun 2020 ini, di beberapa daerah baik tingkat Kota/Kabupaten maupun Provinsi, akan menggelar pesta demokrasi pemilihan Kepala Daerah secara langsung, momentum ini  juga dapat di maknai sebagai upaya langkah strategis untuk menyelematkan Indonesia dari berbagai krisis, terutama krisis Kepemimpinan, yang di harapkan dapat lahir dari pilihan masyarakat di daerah, demikian dikatakan Mathar Kamal seorang pengamat social dan juga budayawan Betawi, saat di hubungi via telpon genggamnya oleh republiksatu.com, Kamis, 23/7/2020 di Tangerang Selatan, Banten.

“Menyelamatkan Indonesia melalui Pilkada gak sulit kok. Jika warga di daerah masing-masing sadar Indonesia makin hancur kerna ulah Partai Politik, pilihannya adalah calon walikota, bupati dan gubernur harus perseorangan yang dipilih,”ungkap Mathar Kamal yang juga Aktivis HMI di era tahun 1990-an ini.

Menurutnya, saat ini NKRI sedangkan di hadapkan pada adanya ancaman dari oligarki Partai Politik yang sudah sangat kebablasan, tidak ideologis, dan cenderung pragmatis, sehingga dari kondisi tersebut, berimplikasi pada terciptanya konflik baik di tingkat vertical maupun horizontal, seperti di ketahui, ancaman terciptanya konflik itu nyata, ketika muncul RUU HIP atau  RUU BPIP yang membahayakan Indonesia yang  di hadapkan pada permasalahan ancaman perpecahan, bahkan apabila di biarkan berlarut-larut, maka Indonesia terancam bubar..

 “Jika melihat kondisi tersebut, sebaiknya yaa jangan dipilih calon dari parpol. Memiliki pemimpin daerah tidak harus dari Partai Politik, melainkan memilih yang sesuai hati nurani, setelah diketahui track recordnya, yaa, harus putra daerah dan mesti perseorangan,”tukas Matar

Bagaimana caranya ? imbuh Matar, Warga daerah setempat secara sukarela ajukan Calon Perseorangan dengan jumlah 50% + 1, dimulai dari syarat dukungan. Setidaknya pemilihannya menjadi mudah. Gak mungkin hancur atau jauh dari jumlah 50%, pertanggungjawabannya pun bisa secara langsung, dan tidak perlu di recoki oleh kepentingan politik dari Partai Politik, ada beberapa contoh pilkada yang di menangkan calon perseorangan : di Rote Ndou, Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, dan Kabupaten Garut, Jawa Barat. di Rote Ndou, Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, dan Kabupaten Garut, Jawa Barat.

“Kalau gak bisa cara begini, maka daerah akan dipimpin orang-orang dengan cara semaunya. Hanya untuk kepentingan partai politik, jauh dari kemungkinan berpihak pada rakyat, pada warga daerah. Percayalah,”tukas Mathar.

Lebih lanjut Mathar menyampaikan bahwa Ini ujian demokrasi yang saling berkeperluan dan berkepentingan, merubah sikap warga dalam memilih pemimpinnya. Sekurang-kurangnya, warga yang milih telah kenal lebih dulu calon pemimpin nya, apalagi jika sama-sama lahir dan besar di daerah itu. Sudah waktunya warga jangan terima calon pemimpin daerah yang disodorkan partai politik, yang datang dari dunia antah berantah.

“Mulailah merubah Indonesia lewat Pilkada yang dimiliki langsung oleh warga daerah. Jangan mimpi pemimpin yang disodorkan Parpol berfikir dan berbuat untuk rakyat atau warga daerah.”pungkas Mathar.


0 Comments


Leave a Comment