Lima Kabupaten dan Kota di Jabar Minta Penghentian Sementara Operasional KRL Comuter

Republiksatu.com, Jakarta; Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, diberlakukan mulai Rabu (15/4/2020) kemaren. Sejumlah aktivitas warga dibatasi. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Bupati Bekasi Nomor 37 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar dalam penanganan Coronavirus Disease 2019 di Kabupaten Bekasi. Salah satunya mengenai pelarangan beroperasinya warung internet (warnet).

“Pemkab Bekasi sangat berharap agar warga Kabupaten Bekasi melaksanakan dan menaati kebijakan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar, ini semua demi kebaikan bersama, dan untuk menyelamatkan masyarakat dari ancaman pandemik virus-19, tidak ada jalan lain, untuk memutus rantai penyebaran pandemik virus-19 di wilayah Kab Bekasi, maka masyarakat harus disiplin dan patuh terhadap kebijakan PSBB ini,”tegas Eka Supriaatmaja Bupati Bekasi kepada republiksatu.com, Kamis, 16/4/2020 di Bekasi

Selain itu, ia juga menyerukan agar warga Kabupaten Bekasi melakukan doa bersama secara serentak untuk memohon agar pandemi Corona atau Covid-19 ini hilang sebelum Ramadan.

Menurut informasi yang di dapat, menyebutkan bahwa Bukan hanya Kabupaten Bekasi saja yang telah menerapkan PSBB,melainkan empat kota lainnya yakni Kota Bogor, Kab.Bogor, Kota Depok dan Kota Bekasi  yang menerapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar atau PSBB di Provinsi Jawa Barat, untuk menindaklanjuti PSBB tersebut, Lima Kab/Kota tersebut telah mengajukan pemberhentian sementara operasional Kereta Commuter Line (KRL). Dalam surat yang ditandatangani lima kepala daerah, yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kota Depok itu, disebut bahwa selama penerapan PSBB pada 15 April lalu, stasiun KRL di sejumlah wilayah tersebut terpantau ramai. Kondisi tersebut kontraproduktif dengan tujuan diterapkannya PSBB.

"Sesuai hasil pengamatan di beberapa stasiun KRL commuter line di wilayah Bogor, Depok dan Bekasi (Botabek), masih terjadi penumpukan penumpang dalam jumlah banyak sehingga protokol kesehatan sulit dilaksanakan, terutama untuk menjaga physical distancing," ungkap  Bupati Bekasi Eka Supriatmaja, saat menjelaskan  surat bernomor 16/Covid-19/Sekret/IV/2020 tertanggal 15 April 2020.


0 Comments


Leave a Comment