Ganjar: Warga Jawa Tengah Jangan Pulang Kampung

Republiksatu.com, Semarang; Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali mengingatkan warga Jawa Tengah yang berada di perantauan untuk tidak mudik terlebih dahulu. Pernyataan Ganjar kali ini lebih keras dibandingkan dengan pernyataan-pernyataan beliau sebelum ini.  Informasi data untuk wilayah seluruh Jateng tentang jumlah pasien maupun orang dalam pengawasan terkait sebaran virus Korona meningkat pesat dalam tiga hari terakhir.

“Bapak Ibu yang berada diperantauan, wabil khusus bagi yang berniat ingin pulang kampung, saya himbau untuk kesekian kali, jika panjenengan sayang sama semua keluarga ingin tetap sehat dan selamat, urungkan dulu pulang kampung” tegas Ganjar.

“Jika panjenengan tetap nekat ingin pulang, saya tegaskan sama saja anda membahayakan anak, istri/suami, serta mengancam seluruh hidup orang yang kami sayangi, kita cintai termasuk orang tua panjenengan yang sudah sepuh. Jalan terbaik yang kita lakukan adalah memutus persebaran virus dari kota-kota ke desa-desa”, Himbaunya.

Berdasarkan data yang terkumpul oleh republiksatu.com sore ini (27/03/20), di seluruh Indonesia jumlah pasien positif sejumlah 1.046 orang, pasien sembuh 46 orang dan yang meninggal 87 orang. Ini menandakan tingkat sebaran nya tinggi. Sementara untuk wilayah Jawa Tengah hingga berita ini diturunkan, jumlah pasien dalam pengawasan berjumlah 294 orang, jumlah ODP 3.638 orang, positif 40 orang dan yang meninggal 6 orang.

Ganjar juga sudah melakukan koordinasi dengan Pemda DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat tentang kesepakatan bersama untuk melarang warga pulang ke daerah asal. Yang di Jakarta tetap di Jakarta, yang di Jabar tetap di Jabar. Beliau juga akan berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur untuk melakukan hal yang sama.

“Bapak Ibu, Covid-19 bukan masalah sepele,ini masalah hidup mati, mohon jangan bersikap meremehkan, jangan maunya sendiri, harus kita selesaikan dengan kebersamaan”, tutup Ganjar


0 Comments


Leave a Comment