Musda Polosoro Dipindah, Panitia: Jangan Ditafsirkan Macam-macam

Republiksatu.com, Purworejo; Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa di Kabupaten Purworejo yang bernama Polosoro akhirnya memastikan untuk mengadakan acara  musyawarah daerah ( musda ) Ke - 6 yang merupakan forum tertinggi organisasi untuk mengambil keputusan strategis. Ada beberapa perubahan yang dilakukan panitia dan pengurus dari rencana sebelumnya. Di antaranya adalah pemindahan tempat dari Pendopo Bupati Purworejo ke Gedung Wanita Purworejo. Selain itu, forum yang semula direncanakan sebagai Musyawarah Daerah Luar Biasa ( Musdalub ) berubah menjadi Musda Reguler. Adapun hari pelaksanaan sudah ditetapkan pada hari Rabu, 18 Maret 2020.

Menanggapi pemindahan tempat dari Pendopo Bupati Purworejo ke Gedung Wanita Purworejo, sekretaris panitia Musda, Dwinanto, menyampaikan bahwa hal itu hanya persoalan teknis semata. " Kami pindah lokasi acara ke Gedung Wanita supaya lebih terbuka dan  dekat dengan area publik,  sebagaimana semangat kami untuk selalu dekat dan melayani masyarakat. Selain itu kami juga membantu Pemkab Purworejo mempromosikan Gedung Wanita yang baru direhab, dan saat ini menjadi gedung pertemuan yang representatif di Purworejo. Jadi, jangan ditafsirkan macam - macam, apalagi ke ranah politik" tegas Kades Krandegan Kecamatan Bayan, dua periode ini.

Lebih lanjut, Dwinanto menjelaskan kepada koresponden republiksatu.com kemarin (14/3/20) di Purworejo, bahwa Musda kali ini akan diikuti oleh 160 delegasi dari 16 Kecamatan, dimana masing - masing Kecamatan akan mengirimkan 10 delegasi yang  memiliki hak pilih. Musyda nantinya akan memiliki beberapa agenda pokok, yaitu mendengarkan laporan pertanggungjawaban pengurus, revisi AD ART, menyusun rekomendasi, membuat rencana garis besar program kerja, dan memilih ketua baru.

Sementara itu, ketua panitia Musda, Turahman,  menjelaskan tentang perubahan dari Musdalub ke Musda. " Tadinya kami berencana  untuk mengadakan Musdalub, karena ketua umum menyampaikan bahwa masa baktinya adalah lima tahun, berarti sampai 2022. Karena dulu dilantik tahun 2017. Akan tetapi, setelah kami teliti dan diskusi dengan mengundang para ketua dan pengurus kecamatan, Kami dapati fakta dan realita bahwa masa bakti yang berlaku saat ini adalah tiga tahun. Yaitu tahun 2017 - 2020. Adapun klaim masa bakti lima tahun, tidak memiliki landasan konstitusi yang sah. Juga tidak didukung oleh saksi dan data serta fakta sejarah. Oleh sebab itu, kami mantap menggelar Musda Reguler, tepatnya Musda Ke - VI"  kata Kepala Desa Girimulyo, Kecamatan Kemiri yang sudah menjabat tiga periode ini.

Dihubungi terpisah, ketua II Polosoro Kabupaten Purworejo, Sutanto, menjelaskan bahwa Musda ini didukung sepenuhnya oleh 16 Kecamatan dan juga oleh sebagian besar pengurus Polosoro Kabupaten. " Semua struktur cabang mendukung adanya Musda ini, dibuktikan dengan surat dukungan resmi yang ditandatangani oleh ketua dan sekretaris Polosoro dari 16 Kecamatan yang ada di Purworejo. Selain itu, Saya yang saat ini sebagai Ketua II, dan pengurus teras Polosoro Kabupaten Purworejo yang lain, termasuk sekretaris II juga mendukung adanya Musda ini karena ini amanat konstitusi organisasi Kami". Ketika disinggung soal Ketua Umum yang tidak mengakui dan tidak akan hadir dalam hajatan Musda, dia menegaskan bahwa itu merupakan pendapat dan keinginan pribadi yang tidak memiliki landasan konstitusi”, tutup Kepala Desa Loano tiga periode ini.


0 Comments


Leave a Comment