Tak ada Ijin, Kegiatan Diduga digelar Eks HTI Di Kota Malang, dibubarkan Massa

Republiksatu.com, Malang; Keberadaan Hizbut Tharir Indonesia, sesungguhnya sudah lama di bubarkan oleh Pemerintah Jokowi, namun demikian, meskipun secara organisasi beserta aktivitasnya, HTI sudah dibubarkan dan di larang oleh Pemerintah, namun realitasnya, di sinyalir para pengikutnya masih tetap eksis, dan melakukan berbagai kegiatan dengan menggunakan wadah organisasi lain, mereka pun pernah melakukan kegiatan di Kota Malang, di duga mereka menggunakan nama kelompok MIUMI, mereka menggelar kegiatan di Kampus Univesitas Brawijaya dan di Arema Dau, namun kegiatan mereka ini ditolak oleh pihak Universitas Brawijaya (UNIBRAW) dan Arema Dau, lalu kegiatan meeka dipindah ke Hotel Radho Syariah di Jalan Simpang Kawi No. 3 Bareng Kota Malang.

Hasil pantauan koresponden republiksatu.com di Kota Malang, menyebutkan bahwa kegiatan MIUMI yang di duga merupakan kegiatan eks anggota HTI, bertema tazkiyatun nufus (penyucian jiwa) ini mulanya berlangsung di kampus UNIBRAW kemudian klompok MIUMI ini memindahkan acaranya di Hotel Radho Syariah depan taman rekreasi Sengkaling. Di tempat yang baru inipun kegiatan mereka itu ditolak Arek Dau, Dalam acara ini nampak hadir Bactiar Nasir (BN), terlihat juga kelompok FPI yang diduga didatangkan dari pasuruan dan Kokam Muhammadiyah nampak berjaga-jaga di depan pintu masuk hotel. Jumlah mereka sekitar 15-20 orang saja. Diduga FPI dan kokam ini bukan asli arek Malang, dan kayaknya terlihat ketakutan menerima tantangan satu lawan 4 dari Arek Malangdan akhirnya di mediasi oleh Polsek Dau dan batal digelar. Lalu panitia acara memindahkan di Hotel Radho Kawi, tetap didemo Arek Malang hingga acara bubar pada 20.30. BN yang ketakutan berani turun keluar dari hotel pada pukul 23.19 WIB, Sedangkan peserta yang ada sekitar 150 an orang satu demi satu keluar hotel sambil diteriaki Arek Malang yang dikorlapi oleh Dersi, Rohman dan Brodin, denggan menggerakkan sekitar 50-70 arek Malang termasuk Pak RW Bareng dan arek arek parkiran Bareng Raya yang turut membubarkan acara ini, sedangkan Polisi yang menjaga acara diturunkan sekitar 30 personil setelah menerima kabar akan terjadi demo penolakan, Setelah dimediasi oleh salah satu Korlap sebut saja bernama Brodin yang menjamin keamanan BN, peserta kegiatan ini pun keluar satu persatu meninggalkan lokasi kegiatan.

.“Ya, siapapun tahu jika mencoba membekingi acara kelompok HTI teroris akan berhadapan dengan militansi Arek Malang."tukas Dersi Korlap aksi pembubaran kegiatan tersebut, Selasa, 9 Maret 2020 malam hari.

Pihak warga sekitar hoteltempat kegiatan tersebut, juga menyayangkan terhadap pihak penyelenggara yang tidak adanya pemberitahuan acara kepada RW, sehingga ijin acara ini juga dipertanyakan arek Malang, namun berkat kesigapan petugas Polresta Malang, Keresahan masyarakat dapat di cegah, sedangkan demo kontra acara ini tidak berakhir ricuh.


0 Comments


Leave a Comment