Dari Gejayan Yogyakarta, Rakyat Bersatu, Tolak RUU Omnibuslaw

Republiksatu.com,Yogyakarta

“Dari Gejayan Yogya, Rakyat Bersatu, Tolak RUU Omnibuslaw” Begitulah teriakan lantang salah seorang orator dari sebuah panggung aksi massa  yang di gelar oleh  Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) turun ke aksi Gejayan Memanggil , di Jalan Gejayan, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (9/3). Mereka menyuarakan penolakan terhadap RUU Omnibus Law. Tak hanya itu, mereka juga menyerukan dukung mogok nasional.

Humas ARB, Kontratirano mengatakan pihaknya konsisten mengawal pemerintahan menjadi oposisi. Aksi hari ini menurutnya merupakan rapat rakyat sebagai mosi parlemen jalanan. Artinya rakyat punya hak veto untuk menyatakan tidak percaya kepada elite politik. Juga terhadap legislatif dan pemerintah.

Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) mulai turun ke Jalan Gejayan, Sleman, DI Yogyakarta untuk tolak RUU Omnibus Law, Senin (9/3).

"Kita turun ke jalan bersama kawan-kawan yang beraliansi di tiap kampus untuk turun lagi ke Gejayan, kembali dengan juga serikat dan organ buruh kemudian dengan elemen masyarakat lainnya. Terbuka secara umum menyatakan gagalkan Omnibus Law," katanya.

Kontratirano menilai Omnibus Law RUU Cipta Kerja menyebutkan 11 klaster mulai dari Penyederhanaan Perizinan; Persyaratan Investasi; Ketenagakerjaan; Kemudahan, Pemberdayaan dan Perlindungan UMKM; Kemudahan berusaha, Dukungan Riset dan Inovasi; Administrasi Pemerintah; Pengenaan Sanksi; Pengadaan lahan dan; Kawasan Ekonomi.

"Dengan RUU Omnibus Law ini perusahaan-perusahaan bisa dengan sewenang-wenang mem-PHK dengan lewat SMS saja. Rakyat yang dirugikan dan tentu para cukong investor di pemerintahan yang diuntungkan," katanya.

Dari pantauan koresponden republiksatu.com, menyebutkan bahwa Ratusan ribu, massa yang tyumpah di jalanan sepanjang kawasan Gejayan, Yogyakarta, ditengah teriknya mentari, mereka meneriakan 6 tuntutan :

- Gagalkan Omnibus Law ( RUU Cipta Kerja, RUU Perpajakan, RUU Ibu Kota Negara dan RUU Kefarmasian).

- Dukung pengesahan RUU P-KS dan Tolak RUU Ketahanan Keluarga

- Memberikan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan seluruh lembaga negara yang mendukung pengesahan Omnibus Law

- Mendukung penuh mogok nasional dan menyerukan kepada seluruh element rakyat untuk terlibat aktif dalam mogok nasional tersebut.

Massa yang datang dari berbagai kalangan itupun, mengikuti aksi massa dengan  penuh semangat, tertib, aman dan nyaman, meskipun demikian, aksi ini tetap di kawal ratusan personil dari Polda Yogyakarta.

 


0 Comments


Leave a Comment