Waspadai Serangan Angina Pectoris, Salah Satu Penyebab Kematian Mendadak

Republiksatu.com, Jakarta; Hari ini genap tujuh hari meninggal dunianya aktor  Ashraf Sinclair pergi menghadap Allah SWT secara mendadak, bukan hanya Bunga Citra Lestari si Istri Aktor Kelahiran Inggris 40 tahun lalu, yang kaget dan shock, namun masyarakat Indonesia, terutama kaum ibu maupun remaja putri penggemar sinetron, terhenyak kaget, ketika mendengar berita duka meninggalnya Aktor berwajah ganteng, rajin ibadah, dan rajin berolahraga ini, tiba-tiba wafat, dalam kondisi sehat.  Bahkan suami Bunga Citra Lestari ini itu tergolong pria  gesit yang memiliki segudang aktivitas setiap harinya, Lantas, Penyakit "tersembunyi" apakah yang merenggut nyawa Ashraf Sinclair, dan juga banyak orang lainnya, yang dalam kondisi tidak menampakkan menderita suatu penyakit?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, team republiksatu.com, mencoba mencari tentang penyakit misterius yang selama ini sudah banyak merenggut nyawa orang, untuk itu team menemui   dr. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, ahli internis dan kardiologi di RS Pusat Pertamina Jakarta, Senin, 24 Februari 2020

“Ada dugaan penyakit yang merenggut nyawa Ashraf Sinclair dan banyak orang dalam kondisi tubuh tidak menampakkan adanya penyakit yang di deritanya, penyakit itu adalah Angina Pectoris. Orang-orang kita dulu biasa menyebutnya sebagai penyakit angin duduk. Angina pectoris gejalanya memang mirip masuk angin biasa, hanya sedikit lebih berat. Tak mengherankan. Penyakit ini cenderung disepelekan”ungkap dr. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ

Menurutnya, Masuk angin yang satu ini ternyata bukanlah masuk angin biasa. "Yang biasa disebut angin duduk sesungguhnya adalah salah satu gejala penyakit jantung koroner, yang jika tidak segera ditangani penderitanya bisa langsung meninggal hanya dalam waktu 15-30 menit setelah serangan pertama,

  1. Djoko juga mengingatkan, Karena itu, kematian yang di akibatkan oleh serangan penyakit Angina Pectoris memang nyaris serupa dengan penyakit masuk angin biasa. Hanya penderita juga merasakan dada sesak, nyeri dibagian ulu hati, keluar keringat sebesar jagung, serta badan terasa dingin.

“Sayangnya, hal ini sering tidak disadari sebagai indikasi adanya gangguan pada jantung yang sifatnya kritis, fakta menunjukkan 20% dari keluhan Angina Pectoris yang diperiksakan ke dokter atau rumah sakit ternyata terdeteksi sebagai penyakit jantung koroner akut. Penyakit ini merupakan gangguan pada jantung akibat adanya kelainan pada pembuluh koroner, sehingga darah tidak mampu mengantarkan zat-zat yang dibutuhkan oleh jaringan dinding rongga jantung. Karena itu, jika tidak terdeteksi sejak awal, penderitanya bisa mengalami sudden death.”tuturnya

Ia juga menambahkan, Penyakit Angina Pectoris itu sendiri berupa perasaan tidak nyaman berkepanjangan, yang terjadi lebih dari 5 menit, akibat menurunnya tekanan darah yang memompa jantung. Akibatnya, jantung membutuhkan lebih banyak oksigen. Karena jantung tidak mampu memompa dengan sempurna, maka pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berupa kontraksi guna mencukupi pengisian oksigen pada pompa jantung tadi, kontraksi itulah yang menimbulkan keringat dingin pada kulit.

“Karena itu waspadalah terhadap serangan Angina Pectoris, yang salah satunya penyebab timbulnya serangan penyakit tersebut adalah kelelahan, stres dan menurunya ketahanan tubuh,”tukasnya

Selain memberikan peringatan, Dr. Joko pun memberikan tips untuk mencegah terjadinya serangan angina pectoris ini,  Namun sebenarnya Anda bisa menolong diri sendiri dgn cara : Berbatuk secara berulang2 dengan semangat/kencang. Tarik nafas yg dalam setiap kali sblm batuk. The cough must be deep and prolonged seperti mau membuang slim/dahak. Menarik nafas yang dalam dan batuk , harus  terus dilakukan sampai bantuan datang atau sampai detak jantung berasa normal kembali. Menarik nafas panjang dan dalam akan menarik banyak oxigen ke paru2 dan batuk akan menekan (squeeze) jantung yang membuat darah tetap tersirkulasi, Dan tetap jaga kesadaran, dengan cara menggaruk garuk di jari kelingking dengan ibu jari, hindari posisi tiduran harus tetap posisi duduk.


0 Comments


Leave a Comment