BNPB Gelar Diskusi dan FGD Penanganan Bencana Banjir, Undang Semua Pihak Terkait

Republiksatu.com, Jakarta; Bertempat di Ruang Rapat Sutopo PN,  pada hari Senin tanggal 2 Maret 2020 pukul 12.30 Wib,, Graha BNPB Lantai 15 Jl. Pramuka Kav. 38, Jakarta Timur, telah di selenggarakan  kegiatan diskusi bersama Kepala BNPB dalam FGD Penanganan Bencana Banjir  Jakarta dan Sekitarnya, guna memberikan masukan dan saran bagi penyiapan dan penyusunan konsep awal perencanaan penanganan banjir hulu-hilir lintas sektor berbasis kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Jakarta dan sekitarnya, yang akan diusulkan sebagai program prioritas nasional kepada Presiden,

Kegiatan yang di ikuti sekitar 200 orang peserta undangan ini juga di hadiri Pejabat Daerah yang  antara lain Gubernur DKI Jakarta  Anies Baswedan,  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil Bupati Bogor, Bupati Cianjur, Bupati Subang, Bupati Karawang, Bupati Bekasi, Bupati Tangerang, Walikota Bogor, Walikota Bekasi, Walikota Tangerang dan Walikota Tangerang Selatan, hadir juga Bapak Prof. Emil Salim, Profesional, dan Bapak Dipl. Ing. John Wirawan, Profesional, adapun dari kalangan kementerian hadir antara lain Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Bencana Alam, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Deputi Bidang Pengembangan Regional, Kementerian PPN/Bappenas, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, Kementerian Dalam Negeri, Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR, Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Direktur Jenderal Pengendalian DAS dan Hutan Lindung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktur Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah Kementerian ATR/BPN, serta Bapak Arya Sinulingga, Staf Khusus Menteri BUMN,  Kepala BBWS Ciliwung-Cisadane, Kepala BPDAS Citarum-Ciliwung.

Sementara itu dari kalangan BNPB hadir :Sekretaris Utama BNPB, Deputi Bidang Sistem dan Strategi, BNPB, Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Direktur Dukungan Sumber Daya Penanganan Darurat BNPB, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, dan kepala pelaksana BPBD dari Jawa Barat, Banten, Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang, Kab Cianjur, Kab.Bekasi, Kab. Kerawang. Kab Tangerang dan Kota Tangerang, di acara ini tuurt hadir Direktur Utama PT. PLN,  Direktur Utama PT. Pelindo I, Direktur Utama Perum Jasa Tirta, Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan dan Tenaga Ahli Kepala BNPB

Dalam sambutannya Kepala BNPB mengatakan  bahwa Ketika musim kemarau kebakaran hutan, kekeringan pada saat musim hujan kebanjiran, Intinya kita menghindari pada bencana 63 orang korban jiwa, belum lagi kerusakan, Bahwa masalah penanganan BANJIR bukan dari sektoral, kita harus berkesinambungan secara bersama

“Demikian juga masalah ekosistem yaitu penurunan tanah penyempitan badan sungai sedimensi dan sampah,  Karena semuanya bermuara ke Jakarta

Sementara itu, dalam sambutannya  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan bahwa  Kita berfilosopi masalah kebutuhan dari kita semua,  Yang kita bahas yaitu solusi yang harus kita bahas  Di jawa barat di hari H, kita saling kordinasi  Pada saat kita bertanya hasil solusi, yang dapat kita laporkan yaitu air yang melimpahkan Untuk terkait BKT Sukamani dan Ciawi sudah hampir selesai, itu pun kalau Selesai tidak dapat membendungkan air semuanya paling hanya 30 % hanya mengurangi saja

“Masalah tata ruang saya laporkan 12 ribu ha, saya tidak ijinkan lagi menjadi lahan perekoniam, kita akan menanam 50 juta bibit pohon di Jawa barat kami berpartisipasi dengan masyarakat, Kami akan bekerja sama dengan TNI dan Polri, di kesempatan ini, Kami sudah mengusulkan di Daerah Bandung meriliskan masalah banjir”ucap Ridwan Kamil

Di diskusi ini Prof. Emil Salim sebagai narasumber, menyampaikan bahwa  selama 20 th bahwa suhu bumi mengalami kenaikan, dan air laut meluap sedangkan di kutub mencair, Karena dipantai Utara jawa mengalami penurunan tanah, sehingga naiknya kepermukaan air

“Maka perlu ada usaha mengatasi kekurangan air  pada musim kemarau dengan menggunakan sumur serapan, sehingga air bisa tersimpan di dalam tanah dan pepohonan, jangan hutan di gunduli, ayolah di reboisasi.”ucap Prof Emil Salim Mantan Menteri Lingkungan Hidup di era Orde Baru ini.

 Di Kesempatan ini  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa  Ketika ada gempa berapa sklaritcer masalah bajir curah hujan yangg turun sdh ada solusi, yang terjadi tantangan di Jakarta, Banjir Jakarta akibat hujan lokal dan air kiriman dari hulu, Masalah pompa air, sekuat-kuatnya pompa kalau air melimpah pompa air tidak sanggup menyedot air, Jakarta mengalami curah hujan tinggi dalam 154 terakhir,  namun pusat pemerintah pusat perekonomian, pusat perindustrian di Jakarta tidak terganggu, Kurang dari seminggu pengeringan BANJIR di Jakarta sudah bisa dituntaskan

“ Sumur resapan adalah salah satu kosenvasi air yang berfungsi sebagai tempat tampungnya air hujan yang jatuh diatas atap rumah atau daerah kedap air dan merasakan kedalam tanah, hal inilah di mungkin cara untuk mencegah luapan air di musim hujan, dan mengatasi kekeringan air di musim kemarau.

Kegiatan diskusi bersama Kepala BNPB dalam FGD dalam rangka Penanganan Bencana Banjir  Jakarta dan Sekitarnya, guna memberikan masukan dan saran bagi penyiapan dan penyusunan konsep awal perencanaan penanganan banjir hulu-hilir lintas sektor berbasis kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Jakarta dan sekitarnya, yang akan diusulkan sebagai program prioritas nasional kepada Presiden


0 Comments


Leave a Comment