Di Duga dua Warga Tangerang Terpapar Kontaminasi Zat Adiktif

Republiksatu.com, Tangerang

Seperti di peroleh informasi dari berbagai sumber, yang menyebutkan bahwa dua pekan pasca  temuan limbah zat radioaktif di perumahan Tangerang Selatan, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) belum bisa mengungkap pelaku pembuang limbah tersebut. Padahal menurut pakar, tidak sulit untuk melacak. Sementara itu Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) menyatakan tingkat paparan radiasi sudah menurun hingga 90%.

Sedangkan  menurut Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Heru Umbara, mengatakan proses pembersihan di area pembuangan limbah zat radioaktif sudah hampir rampung. Hingga Selasa (18/02) pekan lalu, pihaknya telah mengumpulkan 153 drum berisi tanah yang terkontaminasi zat radioaktif jenis Caesium 137. Ratusan liter tanah itu, katanya, akan dibawa ke Batan untuk diolah sebagai limbah.

 

Namun demikian, dari penelusuran, di peroleh informasi adanya dugaan Dua warga Perumahan Batan Indah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan, positif terkontaminasi paparan zat radioaktif, yang ditemukan di sekitar tempat tinggalnya. 

Hal itu diketahui usai dilaksanakannya tes kesehatan Whole Body Counting (WBC) kepada sembilan warga yang bertempat tinggal di sekitar lokasi penemuan paparan radiasi, sejak Senin (17/2/2020) lalu. 

"Dari sembilan orang tersebut, itu ada dua orang yang terindikasi atau yang terukur terkontaminasi (zat radioaktif)," ucap Sekretaris Utama Bapeten Hendriyanto Hadi Tjahyono di Puspemkot Tangsel, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Tangsel, saat di konfirmasi oleh awak media, Sabtu 22/2/2020

Saat dilakukan pemeriksaan diketahui  di dalam tubuh mereka terdapat dua zat radioaktif yang teridentifikasi. 

"Ternyata dua orang yang terukur itu, ada dua radioaktif di dalam tubuhnya,  yaitu radioaktif Caesium 137,  yang memang kita curigai (terpapar). Sedangkan, satu lagi Kalium-40 atau  Potasium-40. Jadi, di dalam tubuhnya itu ada dua radioactivities?," terangnya. 

Meski demikian, Hendriyanto memastikan, kesehatan kedua warga tersebut akan tetap aman. Sebab, paparan radiasi tersebut masih tergolong sangat kecil, yakni 0,12 mikrosievert. 

Menurutnya, angka tersebut lima kali lebih kecil bila dibandingkan Kalium-40 yang juga terkandung di dalam tubuhnya. 

Sementara, Kalium-40 itu sendiri, merupakan zat radioaktif yang ada di hampir semua tubuh manusia. 

"Artinya ya memang kecil sekali, jadi enggak ada  dampak radiologinya, dampak kesehatan juga tidak ada," pungkasnya.

 


0 Comments


Leave a Comment