Pemerintah Mesti Sediakan Telpon Genggam Bagi Peserta Didik Untuk KBM Online di Tengah Kondisi Pandemik Covid 19

Republiksatu.com, Jakarta

Pendidikan di Indonesia pun menjadi salah satu bidang yang terdampak akibat adanya pandemi Covid-19. Dengan adanya pembatasan interaksi, Kementerian Pendidikan di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring). Dengan menggunakan sistem pembelajaran secara daring ini, terkadang muncul berbagai masalah yang dihadapi oleh siswa dan guru serta orang tua, salah satunya adalah masalah tidak tersedianya perangkat komunikasi bagi peserta didik untuk belajar di rumah, demikian di sampaikan Ign Cahyo Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Generasi Muda Kristiani Indonesia (DPP- IGMKI) saat di temui Republiksatu.com di kawasan Menteng Jakarta Pusat, Sabtu, 18/7/2020

“Kami sangat miris ketika di temukan adanya siswa yang harus pinjam handphone tetangganya agar bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar online di rumahnya,”ungkap Ign Cahyo.

Menurut Ign Cahyo, ketika Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan membuat kebijakan agar para peserta didik mengikuti kegiatan Belajar Mengajar secara online di rumah, sudah sepatutnya, Pemerintah juga memikirkan mengenai perangkat selular yang di miliki para peserta didik, yang tidak semua peserta didik memiliki perangkat selular tersebut, dan tidak semua orang tua murid mampu membelikan putra putrinya sebuah telpon genggam yang di gunakan untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar secara online.

“Saat ini Handphone bukan barang mewah, bahkan sudah menjadi suatu kebutuhan setiap orang, tapi hal itu tidak bisa di generalisir, masih banyak masyarakat Indonesia yang menganggap Handphone sebagai barang yang mahal, apalagi Handphone yang dapat tersambung dengan jaringan internet, dan saat adanya Pandemik Covi-19 di gunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar online, buktinya ada kasus peserta didik yang sampai pinjam Handphone ke tetangganya, agar bisa belajar online”tandas Ign Cahyo.

Menghadapi masalah tersebut, Imbuh Ign Cahyo, Perlu langkah solusi, yakni agar Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mestinya mengusulkan adanya pos anggaran untuk penyediaan perangkat telpon genggam bagi peserta didik  yang tidak mampu membeli handphone, tentunya barang hanphone ini bukan menjadi milik peserta didik, melainkan menjadi barang inventaris milik Negara yang dititipkan dan di salurkan oleh Penyelenggara Pendidikan ( sekolah), sehingga terjadi pemerataan penggunaan perangkat handphone untuk mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar secara online.

“Ya, Kalau Pemerintah tidak punya dana untuk menyediakan perangkat telpon genggam bagi para peserta didik, Pemerintah bisa mengajak Perusahaan Produsen telpon genggam agar bisa menerapkan Corporate Social Responbillity ( CSR) tanggungjawab sosialnya dengan membantu pemerintah menyediakan telpon genggam bagi peserta didik yang tidak mampu memilikinya, sehingga tidak ada lagi kasus peserta didik harus pinjam handphone ke tetangganya atau ke saudaranya agar bisa ikuti kegiatan belajar mengajar online”tandas Ign Cahyo.


0 Comments


Leave a Comment