Fenomena Merebaknya Virus Covid-19, Kelangkaan Masker, Cadar Solusinya

Republiksatu.com, Jakarta; Problem bangsa yang tak habis habis membuat pemerintah hingga masyarakat awam di paksa berpikir keras untuk bagaimana memprotect dirinya masing masing dari segala kemungkinan yang bakal terjadi, Misalnya terkait virus corona yang saat ini menjadi sesuatu yang sangat menakutkan bagi sebagian besar orang,sampai pada level yang tidak masuk akal,contoh realnya, demikian dikatakan Adhy fadhly Dir.executive, voxpol network(vpn_indonesia), saat di temui republiksatu.com di kawasan Jakarta Pusat, Minggu, 15/3/2020

“Di anjurkan untuk tidak bersalaman dengan cara berjabat tangan,padahal kita tau salam dengan berjabat tangan adalah cara beradab yang menjadi budaya kita selama ini,contoh kedua di saat ada yang sedikit saja batuk,terkadang ada yang langsung menghindar bahkan dengan mimik yang begitu tidak bersahabat,sedangkan belum tentu juga orang yang batuk positif terpapar corona,ini bisa menimbulkan ketersinggungan yang bisa saja berdampak pada kriminalitas”ucap Adhi

Menurutnya, dari sekian fenomena yang ada,harus di akui pemerintah tidak siap dalam mengantisipasi fenomena corona yang melanda sebagian besar penjuru dunia, yang lebih parah lagi,semua orang berburu masker demi menghindari penyebaran virus tersebut,,,lantas kalau cuma masker yang diburu hari ini,maka besok akan ada lagi yang berburu sarung tangan,sebab berjabat tangan secara langsung sudah di protect,sebagai bagian  dari mitigasi terhadap penularan corona, dan saat ini yang terjadi adalah kelangkaan masker,belum lagi beredar video yang menggambarkan ada resiko resiko yang bisa terjadi dengan pembagian pembagian masker gratis dari orang orang tertentu,ini semakin kompleks dilematis masyarakat.apa solusi dari pemerintah?kenapa bisa segenting dan sedarurat ini?

“Fenomena itu semua terjadi karena ada inidkasi ketidakjujuran pemerintah terkait wabah virus Corona,  sejak awal saya menduga ada yang di tutupi oleh Presiden Jokowi, .seperti yang di akui sendiri olehnya ,yang di lansir beberapa media online, dengan alasan kepanikan masyarakat, dia sembuyikan sesuatu dari masyarakat, kenapa sih harus di tutupi?buka hanya agar masyarakat tidak galau,”tukas Adhi.

Terkait fenomena masker,tambah Adhi, sebaiknya pemerintah coba berpikir untuk menghadirkan sebuah solusi konkrit agar tidak semakin gaduh,sehingga terjadi asas manfaat yang tidak rasional dengan adanya pihak pihak yang mengambil keuntungan dari kondisi yang ada, Ini harus dipikirkan,sebab jika semakin luas dan jauh hingga ke pelosok,maka akan semakin parah,banyak warga negara yang akan tertindas secara kebutuhan akan masker tersebut,ada yang diuntungkan dengan kondisi yang terjadi.

“ Bagi saya pribadi,cadar merupakan solusi untuk mengantisipasi kelangkaan masker, mestinya pemerintah memberikan anjuran ,terkait kelangkaan masker,maka bagi wanita yang beragama islam,di anjurkan memakai cadar sebagai solusi pengganti masker,sebab cadar atau hijab sebagian besar sudah dimikiki oleh kaum perempuan yang beragama islam,,ini bisa dilakukan sehingga persediaan dan kebutuhan masker dipasaran setidaknya bisa dikendalikan”usul Adhi.

Ia pun mengemukakan bahwa apakah ini bisa dilakukan oleh pemerintah yang telah terlanjur menjastifikasi cadar sebagai bagian yang berhubungan erat dengan tindakan tindakan radikalisme.ini juga persoalan, namun terlepas itu semua, demi mencegah semakin merebaknya penularan virus mematikan itu, maka penggunaan cadar dapat menjadi salah satu solusi untuk mengendalikan satu dari sekian problem yang muncul akibat virus corona, namun ini Semua tergantung dari kebijakan pemerintah,setidaknya yang patut di pikirkan pemerintah adalah kepentingan,kenyamanan serta nyawa anak bangsa harus lebih diutamakan dari berbagai anggapan miring penggunaan Cadar.

Adhi  menegaskan bahwa solusi penggunaan Cadar Ini harus bisa bisa dipikirkan secara baik oleh pemerintah,baik itu presiden,DPR bahkan sosok Letjen TNI DONI MONARDO,kepala BNPB yang sekarang di daulat oleh jokowi,menjadi panglima pemberantasan COVID 19.

“Saya yakin JENDERAL Doni Monardo mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik.sikap komunikatif,dan mau mendengar masukan masukan publik adalah kunci keberhasilan jenderal DONI selama ini, Apakah CADAR masih lebih berbahaya dari COVID-19?? Selain itu  Dengan kejadian adanya salah satu menteri yang terpapar covid 19 sebaiknya istana di sterilkan guna menjaga kelangsungan pemerintahan, mungkinkah istana diisolasi???”pungkas Adhi.

 

 


0 Comments


Leave a Comment