Hoax, Kabar Paus Fransiskus Terinfeksi Virus Corona

Repubiksatu.com, Jakarta; Heboh tentang penyebaran virus Corona (Covid-19), beberapa waktu ini, membuat panic sebagian besar masyarakat, simpang siur berita tentang korban terdampakpun, semakin merebak hingga menimbulkan kecemasan masyarakat, apalagi berita itu tersebut ternyata hoax, berita hoax ternyata juga di alami Pemimpin Gereja Katolik se-Dunia, Paus Fransiskus di kabarkan terinfeksi Virus mematikan tersebut, kabar inipun kemudian di cek ke Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Tahta Suci Vatikan, Minggu 1/3/2020.

Menurut Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Tahta Suci Vatikan mengklarifikasi kabar yang menyebut pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus, terinfeksi atau mengidap virus korona (COVID-19).

“Dari pantauan kami sampai Sabtu (29/2/2020) malam, baik melalui berita resmi dari Vatikan, Italia, dan kontak pribadi dengan pejabat Vatikan, tidak satu pun menyatakan Paus Fransiskus terinfeksi virus corona,” kata Dubes RI untuk Vatikan, Agus Sriyono, dalam pesan singkatnya saat di hubungi pers Rabu (1/3/2020).

Agus mengatakan, Paus hanya mengidap sakit ringan. “Mereka (para pejabat Vatikan) menyatakan 'The Pope has a mild indisposition' (Paus hanya sakit ringan atau tidak enak badan). Kami terus memonitor perkembangan kesehatan Paus Fransiskus. Terima kasih,” ucapnya.

Seperti dilansir dari media International, diperoleh informasi Paus Fransiskus dan dua pembantunya sempat disebut-sebut positif terjangkit virus korona (COVID-19). Mereka dikabarkan mendapat perawatan medis di dekat Santa Marta, hotel di Vatikan.

Akibat menderita sakit flu ringan itu, Paus Fransiskus terpaksa membatalkan agendanya untuk tampil pada acara Misa di Roma seperti yang telah direncanakan karena sakit. Hal itu dilaporkan New York Post mengutip pernyataan dari Vatikan, di tengah maraknya virus korona yang mengganas di Italia.

Meski begitu, media Vatican News mengabarkan bahwa Paus Fransiskus melalui twitternya mengungkapkan seruan membantu dan mendukung pasien dengan penyakit langka, "#RareDiseaseDay memberikan kesempatan pada kita unutk bersama-sama peduli terhadap saudara-saudara kita yang sakit, untuk mengintegrasikan penyidikan, perawatan medis dan bantuan sosial. Sehingga, mereka juga dapat menikmati kesempatan yang sama dan menjalani kehidupan yang utuh.

" Italia sendiri telah melaporkan 888 kasus infeksi virus corona dan mengonfirmasi 21 kematian akibat virus tersebut."seperti dilansir dari Vatican News.


0 Comments


Leave a Comment