HONGKONG : Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

Oleh : TRANA

Hongkong terpukul karena sektor bisnisnya terutama pariwisata telah goyah akibat pukulan ganda  protes anti-pemerintah kota itu dan virus corona dari daratan Cina.

Wong Ka-ngai, ketua Union General Guides Hong Kong Tour, mengatakan wabah Wuhan, yang telah menewaskan hampir 200 orang di seluruh daratan Cina dan menginfeksi lebih dari 9356, telah sangat merepotkan pelintas batas. Dia mengatakan virus itu "menggosok garam ke dalam luka" yang ditimbulkan oleh kerusuhan sosial yang sedang berlangsung, dipicu Juni lalu oleh RUU ekstradisi yang sekarang ditarik. Komentar ini dia sampaikan karena Taiwan Good Travel Company, yang berbasis di Hong Kong,  mengungkapkan pihaknya belum mengatur perjalanan tunggal sejak pertengahan Juli.

Gas air mata dan polisi anti huru hara Hongkong telah menjadi pemandangan reguler di Pusat dan bagian lain dari Hong Kong, yang telah berdampak buruk pada pariwisata kota. Hongkong menjadi seperti wilayah Tepi Barat di Palestina. Dimana polisi Hongkong dengan mudah merazia orang yang dicurigai, walaupun orang itu sedang berbelanja.

Michael Chan Sai-tong, yang memiliki biro perjalanan, mengatakan ia dulu memiliki selusin pemandu wisata yang bekerja penuh waktu pada liburan yang terorganisir. Sekarang dia mengakhiri semua kontrak mereka pada bulan Agustus karena "penutupan total" perusahaannya, yang dia kaitkan dengan kerusuhan sipil. Perusahaan mengalami defisit HKD 800.000 (USD 103.000) di bawah beban biaya sewa dan lisensi, dan Chan harus menggunakan tabungannya sendiri untuk menjaga bisnis tetap hidup.

Kemenangan kelompok pro-demokrasi dalam pemilihan distrik di Hong Kong membuat situasi semakin runyam walaupun Menteri luar negeri Cina, Wang Yi, mengatakan tidak ada masalah dalam kemenangan itu. Setidaknya oposisi menguasai 17 dari 18 wilayah distrik. Hasil pemilihan distrik itu jelas menjadi pukulan telak baik bagi Kepala Eksekutif Carrie Lam, maupun pemerintah China. Karena Carrie Lam dan pemerintah Cina mengklaim mendapat "dukungan sunyi", dan berkali-kali menolak adanya reformasi politik yang didengungkan pro-demokrasi. "Pemerintah pusat masih mendukung kepemimpinan Carrie Lam di pemerintahan," ujar juru bicara kementerian luar negeri, Geng Shuang. Geng menuturkan, Beijing juga mendukung tindakan polisi dan peradilan untuk menghukum "perilaku ilegal dan kekerasan". Geng mengatakan tekad Beijing melindungi kedaulatan hingga kepentingan belum goyah. Tapi hasil pemilihan Distrik berbicara berbeda.

Hongkong menjadi ajang pertempuran baru bagi dua kepentingan. Hongkong menuju kearah ketidakpastian, yang akan berimpilikasi kepada stabilitas Cina. Hongkong bukan Xinjiang, Hongkong pusat bisnis dunia.


0 Comments


Leave a Comment