FAKTA OTT KPU RI WAHYU SETIAWAN

KPK masih terus mendalami kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan. Baik kepada pihak-pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka maupun kepada saksi-saksi.

Wahyu diduga menerima suap terkait proses pergantian antar waktu Anggota DPR RI atas nama Harun Masiku menggantikan Caleg terpilih H. Nazarudin Kiemas Dapil Sumatera Selatan I yang meninggal dunia. Wahyu diduga meminta dana operasional sebesar Rp.900 juta untuk memuluskan perkara tersebut.

Harun memberikan uang kepada Saeful sebesar Rp.850 juta melalui salah seorang staff di DPP PDIP. Selanjutnya Saeful memberikan uang sebesar Rp.150 juta pada Donny, sisanya Rp.700 juta dibagi menjadi dua Rp.450 pada Agustiani dan Rp.250 juta untuk operasional. Untuk merealisasikan, transaksi dilakukan dua kali proses tahapan. Pertama pada pertengahan Desember 2019 melalui Agustiani, Advokat PDIP Donny Tri Istiqomah dan Saeful  yang ditujukan kepada Wahyu sebesar Rp.400 juta. Wahyu menerima uang dari Agustiani sebesar Rp.200 juta disalah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan.

Dari penelusuran informasi responden republiksatu.com juga dari laman website resmi KPU RI, Donny Tri Istiqomah pernah tercatat mendaftar sebagai Calon Anggota Legislatif Dapil Jawa Timur IV pada pemilu legislative 2019. Sementara Agustina juga pernah tercatat sebagai Caleg DPR RI Dapil Jambi nomor urut dua pada gelaran pileg 2019 lalu. Sedangkan Saeful adalah staff kesekjenan DPP PDIP yang diduga sebagai orang kepercayaan Sekjen PDIP Hasto Kristyanto. (Sumber foto: Laman website KPU RI)


0 Comments


Leave a Comment