Kompol Purn Prasetio Layak Jadi ”Pahlawan Kemanusiaan” dalam Perjuangkan Hak Warga"

Republiksatu.com, Jakarta; Hujan yang di mulai sejak pagi menjelang siang mengguyur Jakarta, nampaknya juga sebagai pertanda turunnya hujan air mata dari para penghuni lahan di Jalan Sutan Syarir no.1 Belakang Polsek Menteng, Jakarta Pusat, tatkala mendengar kabar yang menyebutkan Ketua Paguyuban Warga setempat telah berpulang ke rahmatullah di Rumah Sakit Kramatjati, pada hari Jumaat, 14 Februari 2020 sekitar Pukul 10.30 WIB.

“Jujur saya sangat terkejut mendengar Mas Prasetio telah meninggal dunia, beliau sosok  atas yang sangat gigih berjuang untuk menuntut hak kemanusiaan dan keadilan warga penghuni lahan ini”tutur Suwarno  (67) salah seorang pelayat saat di temui Republiksatu.com di TPU Karet Bivak Blad 76

Menurutnya, peran almarhum Kompol Purn Prasetio, sangat besar untuk menumbuhkan kesadaran dari para purnawirawan, warakawuri dan juga Keluarga Besar Polri lainnya yang menghuni lahan di Jalan Sutan Syahrir tersebut,  untuk menolak penggusuran paksa tanpa kompensasi, beliau sangat aktif dan sangat berani mengeluarkan pernyataan sikap, sehingga beliau menjadi teladan bagi warga yang ikut memperjuangkan hak-hak kemanusiaan dan keadilan

Hal senada juga di katakan  Siti  (50), saat di temui di tempat yang sama, Siti mengatakan bahwa Almarhum Kompol Purn  Prasetio sangat berperan penting di dalam perjuangan warga, beliau selalu bersikap optimis, karena sikap nya itu, sehingga mempengaruhi sikap warga agar selalu optimus dalam menuntut hak kompensasi terhadap upaya penggusuran rumah mereka.

“Peran almarhum  untuk memperjuangkan hak warga, sangat penting, segala daya upaya, beliau sumbangkan untuk perjuangan ini, karena itu sangat layak jika Almarhum mendapatkan sebutan Pahlawan Kemanusiaan dalam memperjuangkan hak warga,”tutur Siti salah seorang warga penghuni lahan tersebut.

Ia juga menambahkan, kepergiaan almarhum Om Prasetio ke Rahmatullah  bukanlah tanpa sebab, melainkan adanya dugaan tekanan intimidatif dari pihak pihak yang tidak menyetujui tuntutan warga tersebut, ya, usai pertemuan senin kemaren, nampaknya kondisi kesehatan almarhum Om Prasetio mengalami penurunan drastis, sehingga membutuhkan perawatan intensif, kemudian dari kondisi itu, rupanya Allah SWT menghendaki Almarhum Om Prasetio harus meninggalkan perjuangannya untuk beristirahat dalam haribaanNya.

“Selamat Jalan Mas Prasetio, Pahlawan Kemanusiaan yang gugur di tengah perjuangan hak kemanusiaan dan keadilan yang terzolimi”tandasnya.

 


0 Comments


Leave a Comment