Jelang Mediasi, Jangan Intimidasi Warga Jl.Sutan Syahrir No.1 Menteng, Jakarta Pusat

Republiksatu.com, Jakarta; Rencana Pembangunan Rumah Susun oleh Polda Metro Jaya di atas lahan yang di huni sekitar 150 KK warga Polri, baik yang sudah purnawirawan maupun yang masih aktif, beserta warakawuri dan keluarganya berindikasi menghadapi kendala, pasalnya Warga yang tinggal di kawasan asrama polisi Menteng Jakarta Pusat, merasa bahwa sejak tahun 1950 mereka sudah  menempati di lahan tersebut.

Kini pada perkembangannya, perjuangan sebanyak 59 KK warga yang masih bertahan tinggal di lahan terletak di jl.Sutan Syahrir No.1 Menteng, untuk menolak pengosongan Lahan Tanpa Kompensasi, setelah berhari-hari berjuang, sehingga menghasilkan akan di selenggarakannya mediasi yang di fasilitasi Komnas HAM, antara Pihak Warga dengan Pihak Polda Metro Jaya, akan tetapi kenyataannya, pada hari Kamis, 12 Maret 2020 siang kemaren, beberapa orang dari Biro Logistik PMJ Polda Metro Jaya bersama Petugas dari PLN, melakukan pemutusan aliran listrik di rumah warga yang masih bertahan di lahan ini, demikian di sampaikan Pol(Purn) Sunalti,SH Plt Ketua Paguyuban Warga Jl.Sutan Syahrir no.1 Menteng, saat di temui republiksatu.com, di lokasi lahan Jl.Sutan Syahrir Menteng, Jakarta Pusat, Jumaat,13 Maret 2020.

“Mestinya pihak Polda Metro Jaya tidak melakukan pemutusan hubungan listrik donk, sebelum masalah ada kesepakatan antara warga dengan pihak Polda Metro Jaya,”ucapnya.

Menurutnya, ada tiga orang Tim dari Biro Logistik PMJ Polda Metro Jaya, empat orang anggota Tim Perwakilan dari Polres Metro Jakarta Pusat, dan  ada 7 orang anggota Tim dari PLN Gambir Menteng PT. Marino Bona Company, mereka mendatangi warga untuk melakukan  Mapping dan Pemutusan Aliran Listrik terhadap Penghuni Aspol Menteng Jakarta Pusat yang Masih Bertahan di Asrama sebanyak 27 Rumah serta mereka Menghimbau dan Memperingati kepada Penghuni Asrama agar segera Meninggalkan Lokasi Aspol dikarenakan Akhir bln Maret ini akan dilakukan Penggusuran, dan juga ada Pemberian Tanda √ terhadap Rumah yang masih Menggunakan Listrik,padahal pihak warga belum ada pemberitahuan resmi dari Polda Metro Jaya tentang pemadaman listrik maupun pengosongan lahan.

“Kami menduga apa yang mereka lakukan itu, adalah bentuk intimidasi kepada warga, lho, warga yang di putus aliran listrik itu, pada bayar ke PLN, kenapa di putus listriknya dengan tiba-tiba, tanpa pemberitahuan, ini jelas melanggar prosedur dan juga melanggar ketentuan yang ada, karena itu kami mendesak agar PLN menyambung kembali aliran listrik yang sudah di putus sepihak”tandas  Inspektur dua Polisi (Purn) Sunaltimaltu,SH

Sementara itu, setelah adanya desakan complain warga ke PLN, maka esok harinya, pada Jumaat, 13 Maret 2020, bakda sholat Jumaat, beberapa orang petugas PLN mendatangi warga, yang telah di putus aliran listrinya, bahkan ada yang box listriknya dalam kondisi di copot, kedatangan mereka pun disambut beberapa orang warga yang listrik di rumahnya di putus alirannya.

“Kami ini hanya menjalankan perintah dari Polda Metro Jaya, di suruh putus ya putus, di suruh untuk pasang lagi,ya, pasang lagi,”ucap salah seorang petugas yang enggan menyebut namanya, saat di temui di lokasi di lahan Jl.Sutan Syahrir no.1 Menteng. Jakarta Pusat, jumaat, 13/3/2020.

Sementara itu, hasil pantauan republiksatu.com, petugas PLN yang dating ke lokasi, langsung melakukan pengecekan instalasi listrik di rumah warga yang sudah dalam kondisi di putus, namun demikian apa yang di lakukan petugas tersebut, mendapatkan reaksi dari warga, salah seorang diantaranya adalah Ajun Inspektur Satu Polisi (Purn) Nana Sujana, yang juga menjadi korban pemutusan aliran listrik di rumahnya.

“Kami ingin pemasangan instalasi listrik yang sudah di putus, seperti sedia kala, jangan asal nyambung donk, karena kalua asal nyambung, bisa menyebabkan kebakaran, dan ntar kami di kira nyolong listrik, padahal kami rajin membayar listrik setiap bulan, kami ini sedang bersengketa, jelang mediasi, janganlah intimidasi kami, tunggulah selesai sengketa ini.”tukas Ajun Inspektur Satu Polisi (Purn) Nana Sujana, saat di temui republiksatu.com, Jumaat, 13/3/2020 di rumahnya di atas lahan jl.Sutan Syahrir no.1 Menteng, Jakarta Pusat.


0 Comments


Leave a Comment