Kasus Dugaan Salah Tangkap Diver Online, Pengacara Yakin Kliennya Bebas

Republiksatu.com, Jakarta; Masih ingat kah tentang kasus dugaan tindak pidana perampokan oleh driver online? Kasus  yang sempat menyita perhatian publik, bulan September 2019 lalu, ada dugaan kasus ini adalah  salah tangkap, Pasalnya, dari kronologi perkara, disebutkan bahwa perkara ini terjadi, berawal ketika Ari sopir online mendapat orderan dari seorang pelanggan bernama Suhartini pada Rabu 4 September 2019 pukul 03.40 WIB. Kala itu, Suhartini meminta dijemput dari daerah Kemang Venue Jakarta Selatan menuju daerah Damai Raya Cipete. Ketika mendapat orderan tersebut, Ari mencoba menghubungi Suhartini untuk meminta konfirmasi. Namun, tidak kunjung mendapat balasan dari Suhartini.

Suhartini pun pada akhirnya tidak jadi naik ke mobil Ari, namun anehnya,  keesokan harinya, Ari tiba-tiba didatangi polisi dan ditangkap karena dituduh melakukan tindak pencurian dan kekerasan.

Usai di tangkap Polisi, keluarga  maupun rekan-rekan sesama driver online berusaha mencarikan kuasa hokum untuk membela Ari, lalu gayung bersambut Hotma Sitompoel pengacara kondang itu, siap menjadi kuasa hukum si Ari, tanpa memerlukan waktu lama, Team Kuasa Hukum Hotma Sitompoel mulai melakukan investigasi.

Dari hasil investigasi tersebut diketahui bahwa Suhartini kemudian mendapatkan pengemudi taksi online bernama Dadang. Setelah Suhartni masuk ke mobil, Dadang langsung membatalkan pesanan secara sepihak. Secara otomatis, aplikasi akan mencari pengemudi baru dan dapatlah Ari Darmawan. Disitulah Dadang diduga melakukan tindak pencurian dan kekerasan. Usai dirampok, korban langsung diturunkan di Jalan Senopati depan Roger Salon, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Atas dasar itulah, Hotma Sitompoel melaporkan Dadang ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Namun demikian, realitasnya Ari di tetapkan sebagai tersangka, kemudian kasus ini bergulir ke proses persidangan, yang di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Saat berada di PN Jakarta Selatan, Team Kuasa hukum Ari Darmawan, Ditho Sitompoel, mengaku yakin kliennya akan dinyatakan tidak bersalah dalam kasus pencurian dan kekerasan dengan korban penumpang taksi online, Suhartini. Bahkan dia siap melaporkan balik Suhartini untuk minta ganti rugi jika memang Ari terbukti tidak bersalah.

"Kalau memang terbukti secara sah dan meyakinkan jika Ari tidak melakukan itu dan bebas, ya kita akan melakukan ganti kerugian (laporkan balik)," Tukas Ditho di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 12/3/2020

Menurutnya, kliennya tidak bersalah berdasarkan beberapa fakta persidangan yang sudah terungkap, Fakta itu justru datang dari saksi pihak Gojek yang mengatakan Ari Darmawan yang memakai akun Komarus Jaman tidak pernah melakukan penjemputan terhadap Suhartini, Sopir yang melakukan penjemputan justru Dadang Supriatna yang merupakan pengemudi taksi online sebelum Ari Darmawan.

"Saya menduga Penyidik Polres Metro Jakarta dalam menyusun BAP terkesan terburu-buru bahkan penyidik pembantu yang dihadirkan jaksa dalam persidangan kemairn mengatakan  tidak ada gelar perkara sebelum penetapan tersangka," kata Ditho.

Selain itu, imbuh Ditho, polisi juga tidak memeriksa bukti percakapan ke pihak Gojek antara korban dan Ari Darmawan, Polisi tidak mengetahui fakta bahwa ada pengemudi lain bernama Dadang Supriatna.

“Dengan fakta persidangan yang sudah terungkap, saya yakin Ari bisa lepas dari jeratan dakwaan dari jaksa penuntut umum”pungkas Ditho salah seorang anggota Team Pengacara Hotma Sitompoel

 

 


0 Comments


Leave a Comment