Sidang Kasus Polisi Terbakar di Pengadilan Negeri Cianjur

Republiksatu.com,Cianjur; Sidang Kasus Polisi Terbakar saat terjadi aksi unjuk rasa mahasiswa beberapa waktu lalu, di gelar di Pengadilan Negeri Cianjur, dalam persidangan kali ini  Universitas Padjadjaran menugaskan seorang ahli hukum pidana bernama I. Tajudin, SH, MH untuk memberikan keterangan ahli dalam sidang. Penugasan atas permintaan Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Cianjur. adapun Sidang digelar 04 Maret 2020 pekan lalu.

Dari hasil pantauan koresponden Republiksatu.com, nampak dari jalannya persidangan perkara ini, Penasihat Hukum Hasan Lumbanraja, SH, MH, bertanya kepada ahli tentang aksi teatrikal membakar ban dalam unjuk rasa 15 Agustus 2019 di jalan umum depan Kantor Bupati Cianjur.

Adapun pertanyaan Penasehat Hukum Hasan Lumbanraja,SH,MH, tentang situasi Sebelum unjuk rasa, Kordinator peserta unjuk rasa dari Kelompok Cipayung Plus ada membuat Surat Pernyataan yang salah satu poinnya "Bersedia dan sanggup tidak membakar ban". Dengan adanya Surat Pernyataan, bisakah perbuatan membakar ban ini dipidana? Pada bagian akhir penjelasannya, Ahli menjawab "Tidak".

Keterangan ahli ini sangat penting, karena dapat mempengaruhi keputusan perkara ini, bahkan bisa mempengaruhi vonis dari Majelis Hakim terhadap empat dari lima terdakwa yang di duga berperan mempersiapkan ban bekas dan memberikan uang untuk beli bensin, membawa ban bekas, membeli bensin, menuang bensin ke ban motor bekas yang sudah terbakar pada saat aksi teatrikal.

Pada kondisi saat itu, Setelah ban terbakar, mahasiswa melingkari api dan melakukan orasi. Kira-kira lima belas menit kemudian, empat polisi berusaha menerobos barisan pengunjuk rasa yang melingkari api. Secara spontan massa bereaksi dengan melakukan lemparan botol air mineral. Ternyata diantara lemparan botol air mineral tersebut, seorang peserta aksi tanpa sadar melemparkan bungkusan berisi bensin yang menimbulkan kebakaran. Saat itu empat polisi terluka bakar.

Berikut Cuplikan saksi Ahli dalam sidang yang dirangkum koresponden republiksatu.com kepada penasehat hukum Hasan Lumbanraja, SH, MH dan juga dari https://www.youtube.com/watch?v=GQTJ5CHTze0&feature=youtu.be:

PH: Satu lagi Pak, Teori, izin Tentang Pasal 1 ayat 1 KUHP mungkin ini sudah jadi Teori Dasar “Tiada suatu perbuatan boleh dihukum, melainkan atas kekuatan pidana dalam undang-undang, yang ada terdahulu dari pada perbuatan itu.”

Sebelum menjawab ini saya mohon kepada jaksa melalui ketua majelis agar bisa menunjukkan surat pernyataan korlap kepada Ahli.

PH: Poin saya disini Tentang bersedia dan sanggup, ini yang nomor 6 poin saya nanti saya tanyakan.

Hakim: Pertanyaan apa?

PH: Saya balik lagi yang mulia, Saya langsung saja ini pendapat saudara Ahli tadi Pak Tajudin

Ada pernyataan di poin 6 itu, bersedia dan sanggup tidak membakar ban. Di kaitkan dengan Pasal 1 ayat 1 KUHP azas legalitas tadi, apakah dengan adanya pernyataan ini perbuatan membakar ban tadi bisa dipidana?

Ahli : Jadi gini, bicara perbuatan pidana itu harus dicantumkan didalam rumusan Undang-undang bahwa itu sebagai perbuatan Pidana. Jadi tentu saja ketika berbicara untuk menentukan bahwa itu perbuatan pidana, harus ada dalam isi rumusan isi pasal Undang-undang, apakah isi rumusan pasal itu mengatur tidak mengenai ini? Kalau memang itu tidak mengatur tentu saja tidak bisa sebagai perbuatan pidana.

PH: Lebih spesifik lagi Pak, bisa kah pernyataan ini dijadikan sebagai dasar untuk mempidana seseorang itu?

Ahli : Untuk mempidana seseorang Tadi saya katakana bahwa apakah terkait dengan seseorang itu, Tadi itu harus memenuhi elemen-eleman tadi itu. Tidak sederhana seperti itu, perbuatannya harus melawan hukum, dia perbuatannya harus ada di dalam pasal rumusan isi undang-undang dan juga melawan hukum dan juga ada kesalahan tadi, ia sebagai pelaku mampu bertanggungjawab tidak ada alasan pembatalan dalam undang-undang.

PH: Iya tadi sudah dijelaskan tadi.

PH :saya langsung lebih spesifik lagi, itu ada pernyataan tidak bakar ban, apakah Bakar ban nya tadi ini. Itu bisa dipidana tidak?

Ahli : Tidak.


0 Comments


Leave a Comment