Jaga Kepercayaan Masyarakat Bank DKI Jakarta Jangan Ngemplang Hutang Ke Ahli Waris The Tjin Kok

Republiksatu.com, Jakarta

Warga Jakarta beberapa hari ini di kejutkan dengan tersiarnya informasi mengenai Bank milik Pemprov DKI Jakarta, yakni Bank DKI Jakarta yang di gugat oleh ahli waris The Tjin Kok, Bank DKI Jakarta sebagai tergugat I dan  Pemprov DKI cq Gubernur sebagai tergugat II punya utang sewa gedung kepada The Tjin Kok dan ahli warisnya, maka terjadilah sengketa pembayaran sewa gedung di Jalan Pintu Besar Selatan nomor 67, Jakarta, setelah proses panjang di pengadilan, sehingga Putusan pengadilan memerintahkan agar membayar sewa tersebut berikut denda bunga, kasus sengketa ini berakhir inkracht sampai PK di MA. Karena tidak kunjung dibayar oleh Bank DKI Jakarta, sejak putusan PK MA terbit pada 2008, nilai utang sewa berikut bunganya membengkak menjadi berkisar Rp17 miliar.hingga melahirkan vonis  inkracht (memiliki kekuatan hukum tetap), bahkan di sinyalir permasalahan ini pun menjadi polemik bukan hanya di para pihak yang bersengketa, di kalangan birokrasi, ahli hokum, melainkan juga berimbas pada pendapat dari kalangan nasabah dari Bank DKI Jakarta.

Sebut saja, Deden ( 34) salah seorang nasabah bukan dari kalangan PNS di birokrasi Pemprov DKI Jakarta melainkan dari kalangan umum, dia merasa terkejut dan sekaligus prihatin dengan adanya masalah sengketa Bank DKI dengan ahli waris The Tjin Kok, sebaiknya  Bank DKI Jakarta segera menyelesaikan masalah hutangnya kepada ahli waris The Tjin Kok, ini sebagai bukti bahwa Bank DKI Jakarta taat hukum, dan tidak berbuat sewenang-wenang sebagai badan usaha perbankan plat merah

“Ya, kalau sudah ada putusan hukum yang tetap, Bank DKI harus mematuhinya donk, jangan di perpanjang lagi urusan itu, kasihan ahli waris The Tjin Kok, yang lama sekali memperjuangkan haknya.”ucap Deden ( 34) sebagai pedagang di sebuah pasar di kawasan Jakarta Selatan saat di temui republiksatu.com, Selasa, 28 Juli 2020.

Hal senada juga di sampaikan Tiwi ( 25) seorang mahasiswi yang juga mengaku sebagai nasabah dari Bank DKI, ia pun merasa prihatin dan sekaligus heran terhadap sikap Direksi Bank DKI, yang terkesan enggan untuk melaksanakan putusan hukum tetap dari lembaga peradilan yang mengharuskan Bank DKI membayar hutangnya sebanyak Rp 17 Milyar kepada ahli waris The Tjin Kok, jika Bank DKI tetap mempertahankan sikapnya untuk enggan melaksanakan putusan pengadilan tersebut, maka dapat berimplikasi pada menurunnya kepercayaan masyarakat kepada Bank DKI, masyarakat dapat menilai ternyata Bank DKI tidak taat hukum,

“Bagaimana hal ini suatu ketika menimpa saya, dan juga warga Jakarta yang lain, pastinya kami pun akan melakukan perlawanan, dan efeknya, ya, sudahlah jangan berurusan apapun dengan Bank DKI, yang terkesan arogan, hukum saja tidak di patuhi, bagaimana dengan komitmen melayani masyarakat, apakah bisa di patuhi? padahal dalam bisnis perbankan itu, harus jaga kepercayaan masyarakat/nasabah, karena itu, untuk Jaga kepercayaan masyarakat, Bank DKI Jangan ngemplang hutang ke ahli waris The Tjin Kok,”pungkas Tiwi yang juga mahasiswi Perbankan di sebuah perguruan tinggi di Jakarta, saat di temui republiksatu.com di kawasan Jakarta Timur, Selasa, 28 Juli 2020.

 


0 Comments


Leave a Comment