Dampak Pandemik Covid-19, Pemerintah Harus Lindungi Konsumen Pengguna Jasa Aplikasi Online

Republiksatu.com, Jakarta; Di tengah situasi semakin merebaknya penularan pandemik virus Covid-19 di seluruh Wilayah Tanah Air maka untuk memutus mata rantai penularan virus mematikan tersebut,maka Pemerintah membuat kebijakan pemberlakuan social distancing, pembatasan pergerakan manusia dan bahkan berbagai aktivitas di kerjakan dari dalam rumah, termasuk aktivitas belanja kebutuhan hidup, dan agar bisa melakukan kegiatan belanja itu, tentunya masyarakat menggunakan layanan aplikasi online, namun realitasnya ada fenomena lemahnya sistem belanja online tersebut,demikian disampaikan L. Nicolaas Tuwahatu Ketua Umum Perhimpunan Konsumen Pengguna Jasa Aplikasi Online saat di temui pers, Senin,6/4/2020 di kawasan Jakarta Barat.

"Saya mengalami sendiri betapa Lemahnya System layanan Aplikasi Belanja Online,yakni Shoppe,saya nyaris kehilangan uang disaat melakukan transaksi pembelian melalui Shopee," ungkap L. Nicolaas Tuwahatu.

Menurutnya, Jasa Aplikasi Online Shopee, memiliki kelemahan disistem aplikasi Shopee yaitu "Sub Sistem Validasi Data" layanan penjualan, ketika saya berbelanja memanfaatkan Aplikasi Online Shopee, saat itu juga di respon oleh penjual, nah kemudian saya menghubungi Shopee,beberapa saat setelah itu, pihak penjual menginformasikan bahwa barang sudah di kirim dan Sistim Aplikasi Shopee menerima tanpa melakukan Validasi terhadap data pihak Penjualdan pihak Shopee melalu Auto Email & Notifikasi, setelah saya cek,memang barang sudah di kirim,  dari laporan data JNE bahwa barang sudah di kirim, tapi anehnya resi pengiriman dari JNE yg sudah di gunakan 3 minggu lalu, mengetahui hal tersebut, saya langsung menghubungi pihak Shopee untuk membatalkan transaksi.

"Inilah bukti kelemahan di System Jasa Toko Online khususnya Shopee, yang dapat menjadi celah bagi, orang2 yang akan mengambil keuntungan sepihak, mestinya Toko online seperti Shopee melakukan validasi terhadap data yang dilaporkan oleh penjual maupun data JNE yang melakukan pengirimannya, sehingga konsumen merasa aman ketika akan bertransaksi" tukas L.Nicolaas Tuwahatu

dalam kesempatan wawancara ini, Nico  juga menghimbau kepada seluruh konsumen di Indonesia yang akan bertransaksi di Toko Online untuk selalu teliti , cermat dan berhati-hati (lihat pengalaman saya belanja online di shopee di Youtube : https://youtu.be/vj-zGMgq_74 supaya lebih jelas dimana letak kelemahan System Shopee) Apalag kondisi sekarang, dengan himbauan pemerintah bahwa LockDown & Stay at home, Jasa Toko Online adalah sarana belanja yang efektif. Oleh Karena itu, imbuh Nico (nama panggilan L. Nicolaas Tuwahatu),  para pengelola jasa Toko Online agar selalu mengkaji ulang System Aplikasinya karena Aplikasi Jasa Toko Online adalah sebagai mediator antara Penjual & Pembeli sehingga dapat mencegah terjadinya penipuan maupun tindakan lain yang merugikan konsumen

"Shopee harus segera melakukan modifikasi System Aplikasi Shopee,agar kejadian yang saya alami saat bertransaksi di Shopee,pada anggal 30 Maret 2020, tidak terulang lagi bagi konsumen2 yang akan bebelanja di Shopee maupun di Aplikasi Online lainnya," tegas Nico

Selain itu, Nico juga berharap agar pemerintah bersikap tegas dengan membuat Undang2 untuk melindungi konsumen yang akan bertransaksi di Toko Online maupun  Aplikasi Jasa Online lainnya, seperti Jasa Aplikasi Gojek, Grab, Bukalapak,Tokopedia dsb.

" Memang  sudah  ada Undang-Undang  Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, tapi Undang Undang ini belum secara spesifik mengatur mengenai perlindungan konsumen  pengguna jasa Aplikasi Online, karena itu Undang Undang tersebut sudah saatnya di revisi dengan memasukkan klausul tentang perlindungan  konsumen pengguna jasa Aplikasi Online, "pungkas Nico

Sementara itu, di tempat terpisah, salah seorang pengguna jasa Aplikasi Online, sebut saja Ade(37) mengatakan sangat setuju, apabila Pemerintah segera  membuat peraturan yang tegas untuk melindungi Konsumen pengguna jasa Aplikasi Online, dan dia juga mendukung adanya  Perhimpunan Konsumen Pengguna Jasa Aplikasi Online.

" Saya sebagai Konsumen pengguna jasa Aplikasi Online, pernah mengalami kejadian buruknya layanan penjualan Aplikasi Online,  tapi ya bagaimana lagi, sulit mengurusnya, karena itu saya setuju Pemerintah harus segera membentuk peraturan untuk memberikan perlindungan Konsumen online,  dan saya mendukung adanya Perhimpunan Konsumen pengguna jasa Aplikasi Online, dengan adanya organisasi ini, kami mempunyai sarana untuk mengadu berbagai masalah  ketika kami bertransaksi dengan pengelola Aplikasi Online" ucap Ade seorang ibu dengan satu anak ini kepada pers, saat di temui di kawasan Slipi Jakarta Barat, Senin, 6/4/2020.

Hal senada juga di sampaikan Hasan juga salah seorang konsumen pengguna jasa Aplikasi Online, menurutnya, situasi dampak dari Covid-19 yang semakin merebak penularannya ini, Pemerintah menganjurkan agar masyarakat  tetap tinggal di rumah, menjalankan aktivitas dari rumah, untuk itu, masyarakat pastinya memanfaatkan jasa aplikasi online.

“Pemerintah jangan hanya menghimbau doank,tolong lindungi masyarakat pengguna jasa aplikasi online dari pengelola jasa aplikasi online yang nakal, yang merugikan masyarakat, kami setuju dengan terbentuknya Perhimpunan Konsumen Pengguna Jasa Aplikasi online, karena dengan adanya organisasi ini , kami dapat di bela hak kami, ketika hak kami di zolimi pengelola jasa aplikasi online ”tukas Hasan, saat di temui republiksatu.com, di kawasan Kembangan, Jakarta Barat, senin, 6/4/2020


0 Comments


Leave a Comment