Harga Rempah-Rempah Melonjak, Wakil Walikota Jakpus Tinjau Ke Pasar

Republiksatu.com, Jakarta; Informasi tentang  merebaknya penularan virus corona, dan  juga adanya informasi mengenai antisipasi pencegahan virus mematikan itu melalui obat-batan yang di racik dari rempah-rempah yang tumbuh subur di seluruh kawasan Bumi Nusantara ini, menjadi alasan pemicu adanya kenaikan harga rermpah-rempah hingga dua kali lipat dari harga normal, di berbagai wilayah, khususnya di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Siatuasi inilah yang kemudian mendorong  Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat hari ini memonitoring harga rempah-rempah di Pasar Senen, tepatnya di Gedung Blok III.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi mengatakan, harga rempah-rempah di Pasar Senen sempat mengalami kenaikan dua kali lipat dibanding hari biasanya. Kondisi itu disebabkan terjadi kelangkaan rempah-rempah dan meningkatnya permintaan.

"Makanya kita cek langsung ke pasar untuk melihat harganya," ujarnya di lokasi, Senin (9/3).

Ia menyebutkan, beberapa harga komoditas rempah-rempah yang sempat mengalami kenaikan antara lain jahe merah senilai Rp 80 ribu per kilogram, temulawak Rp 40 ribu per kilogram dan kunyit Rp 18 ribu per kilogram.

"Kita harap pedagang tidak menaikan harga secara tinggi. Masyarakat juga kita imbau untuk tidak panik," ucapnya.

Sementara itu, Endang (40), pedagang rempah-rempah di Pasar Senen mengatakan , harga rempah-rempah sempat naik seiring dengan meningkatnya permintaan pada pekan lalu. Insyaallah,minggu depan harga komoditas tersebut telah berangsur turun.

"Insyaallah, di hari mendatang pasokannya aman. sehingga harga bisa turun dan stabil," tandasnya.


0 Comments


Leave a Comment