Republik Satu – Teh ditemukan di Tiongkok sekitar 2737 SM, menurut legenda yang mengisahkan Kaisar Shen Nong.Awalnya teh digunakan sebagai ramuan obat, populer sebagai minuman pada dinasti Tang (618-907 M).
Pada abad ke-16 Teh menyebar ke Jepang dan Korea, dibawa pedagang Portugis ke Eropa.
Di Inggris, teh menjadi simbol status sosial dan tradisi minum teh berkembang pesat pada abad ke-17, dan akhirnya menyebar keseluruh dunia.
Antioksidan Dalam Teh
Kandungan antioksidan dalam teh, seperti polifenol, membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh.
Minum teh secara rutin dapat memberikan perlindungan jangka panjang terhadap berbagai penyakit, mulai dari penyakit jantung hingga kanker.
Selain itu, teh memiliki efek menenangkan yang dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan. Kandungan L-theanine dalam teh membantu meningkatkan relaksasi dan mengurangi kegelisahan tanpa menimbulkan rasa kantuk. Ini menjadikannya pilihan yang sempurna untuk mereka yang membutuhkan suasana hati yang lebih tenang saat bekerja atau belajar.
Kafein Lebih Ringan Dari Kopi
Teh mengandung sekitar 30-50 mg kafein per cangkir, sementara kopiĀ mengandung 95-200 mg kafein per cangkir.
Beberapa jenis teh, seperti teh hijau, dapat mempercepat pembakaran lemak dan meningkatkan energi. Dengan mengonsumsi teh secara teratur sebagai bagian dari pola makan sehat, kita bisa mendapatkan manfaat maksimal bagi tubuh.
Jadi, selain menyegarkan, minum teh juga menjadi cara yang efektif untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
AR