Republik Satu, Indonesia kembali menunjukkan kekuatan alamnya melalui tanaman herbal bernilai tinggi yang kini menjadi perhatian pasar global. Salah satu komoditas yang mencuri sorotan adalah kratom, tanaman tropis khas Asia Tenggara yang tumbuh subur di sejumlah wilayah Nusantara. Tanpa banyak promosi, produk berbasis daun ini justru berkembang pesat di pasar internasional, terutama Amerika Serikat.
Di berbagai negara Barat, kratom dikenal sebagai alternatif herbal yang dikonsumsi untuk menunjang kebugaran, relaksasi, dan keseimbangan tubuh. Popularitasnya melonjak seiring meningkatnya minat masyarakat global terhadap bahan alami dan pengobatan berbasis tanaman. Tak heran jika permintaan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Indonesia menjadi salah satu pemasok utama dunia, dengan volume ekspor ribuan ton setiap tahunnya. Aktivitas perdagangan ini memberikan dampak ekonomi signifikan, khususnya bagi daerah penghasil. Sejumlah wilayah di Kalimantan dan Jawa berperan penting sebagai pusat distribusi, baik dalam bentuk daun kering maupun produk turunan bernilai tambah tinggi.
Menariknya, di luar negeri kratom telah berkembang menjadi industri bernilai besar, bahkan dipasarkan secara luas melalui kanal digital dan ritel modern. Produk olahannya pun beragam, mulai dari bubuk hingga ekstrak premium dengan harga tinggi. Hal ini membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat hilirisasi dan meningkatkan daya saing.
Meski di beberapa negara status penggunaannya masih dibatasi, tren pasar menunjukkan bahwa permintaan global terhadap herbal tropis terus tumbuh. Kondisi ini menuntut pelaku usaha dalam negeri untuk menjaga mutu, konsistensi, dan standar keamanan agar mampu bertahan dalam jangka panjang.
Dengan pengelolaan berkelanjutan dan strategi ekspor yang tepat, kratom berpotensi menjadi “emas hijau” Indonesia yang memberi manfaat ekonomi sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar herbal dunia.
(A.R)












Comment