Republik Satu, Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 kembali mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Rabu pagi, 7 Januari 2026. Getaran seismik tersebut sempat memicu kekhawatiran masyarakat di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa ini tidak menimbulkan ancaman tsunami bagi wilayah Tanah Air.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyampaikan bahwa gempa terjadi sekitar pukul 10.02 WIB. Titik pusat gempa berada di koordinat 7,25 derajat Lintang Utara dan 126,82 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman sekitar 58 kilometer di bawah permukaan bumi.
Berdasarkan analisis teknis BMKG, gempa tersebut tergolong sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi Lempeng Laut Filipina. Pergerakan lempeng ini menghasilkan mekanisme patahan naik atau thrust fault, yang kerap menjadi sumber gempa di kawasan tersebut.
Meski kekuatannya cukup signifikan, hasil pemodelan dan pemantauan BMKG menunjukkan bahwa energi gempa tidak memenuhi syarat untuk memicu gelombang tsunami yang dapat berdampak ke wilayah Indonesia. Oleh karena itu, peringatan dini tsunami tidak dikeluarkan untuk daerah pesisir Nusantara.
BMKG juga menyebutkan hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut, baik di Filipina maupun di wilayah sekitar.
Masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah pesisir Indonesia, diimbau agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi. BMKG menegaskan akan terus melakukan pemantauan aktivitas seismik serta menyampaikan pembaruan secara cepat dan akurat kepada publik, media, dan pemangku kepentingan terkait.
(A.R)












Comment