Republik Satu – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan penolakannya terhadap gagasan pendirian negara Palestina. Yang merupakan sebagai bagian proses normalisasi hubungan dengan Arab Saudi.
Netanyahu mengungkapkan, tentang kondisi Gaza sekarang, menurutnya negara Palestina yang dipimpin oleh Hamas dan menjadi sumber ketegangan baru juga ancaman bagi Israel.
Hal ini menyoroti kekhawatirannya tentang potensi dampak negatif dari negara Palestina di kawasan tersebut.
Namun, meskipun Benjamin Netanyahu menolak pembentukan negara Palestina, Arab Saudi secara tegas menegaskan bahwa mereka tidak akan melanjutkan normalisasi hubungan dengan Israel tanpa adanya negara Palestina yang merdeka.
Hal ini menambah tantangan besar dalam upaya untuk menemukan solusi perdamaian. Arab Saudi telah lama menjadi pendukung utama perjuangan Palestina dan menekankan pentingnya solusi dua negara sebagai landasan perdamaian di Timur Tengah.
Perdebatan ini menciptakan ketegangan lebih lanjut dalam hubungan internasional, dengan berbagai pihak yang mempertanyakan keberlanjutan dan kemungkinan tercapainya kesepakatan damai.
Beberapa negara Arab juga menekankan bahwa proses normalisasi dengan Israel seharusnya tidak mengorbankan hak-hak rakyat Palestina. Dalam hal ini, sikap Arab Saudi masih konsisten dengan prinsip mendukung negara Palestina yang merdeka.
Banyak pihak mengkhawatirkan ketegangan ini bisa memperburuk situasi. Saat ini komunitas internasional terus berusaha mencari solusi yang lebih komprehensif untuk stabilitas kawasan Timur Tengah.
Sejarah Konflik Palestina
Pada awal abad ke- 20, Konflik palestina terjadi antara komunitas Yahudi dan Arab di wilayah Palestina.
Yang saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Ottoman dan kemudian berada di bawah Mandat Britania setelah Perang Dunia I.
Ketegangan terus meningkat setelah Deklarasi Balfour 1917, yang mendukung pembentukan negara Yahudi di Palestina, ditentang oleh penduduk Arab setempat.
Setelah Perang Dunia II dan pembentukan negara Israel pada 1948, konflik memuncak dengan perang antara Israel dan negara-negara Arab, serta pengungsian massal rakyat Palestina (Nakba).
Konflik berlanjut dengan berbagai perang, intifadah (pemberontakan), dan kegagalan proses perdamaian, dengan isu utama mengenai hak tanah, kemerdekaan Palestina, dan pengakuan Israel.
Wilayah Tepi Barat dan Gaza sejak 2007, menjadi titik ketegangan. Israel ingin mempertahankan kendali atas sebagian besar wilayah.
AR