Alegra Fest 2025: Merayakan Harmoni Budaya Dan Kreativitas Generasi Z di SMA Angkasa Bandung

oplus_2
banner 468x60

Republik Satu, Bandung, 22 Februari 2025 – Di tengah arus modernisasi yang semakin deras dan mengikis nilai-nilai budaya lokal, SMA Angkasa Husein Sastranegara Bandung berhasil memberikan pesan yang kuat melalui acara Pentas Seni tahunan mereka. Alegra Fest 2025, yang digelar dengan tema “Festival Harmoni Jiwa”, bukan hanya sekadar ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk menampilkan perpaduan antara kebudayaan tradisional dan dinamika budaya modern yang berkembang di kalangan Generasi Z. Festival ini bertujuan untuk menjadi wadah bagi siswa dalam berekspresi bebas melalui seni musik, tanpa mengabaikan akar budaya nusantara.

Acara yang berlangsung di lingkungan kampus SMA Angkasa ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 22 Februari 2025. Alegra Fest 2025 menghadirkan beragam penampilan seni, mulai dari pertunjukan musik, tarian daerah, hingga teater modern. Selain siswa SMA Angkasa, festival ini juga melibatkan partisipasi dari berbagai SMP di Bandung dan sekitarnya, terutama dalam kompetisi band pelajar.

Mengangkat Kembali Musik Nusantara

Risna Rahmi Nurfahira, S.Pd, Ketua Pelaksana yang juga seorang guru seni musik berusia 26 tahun, menegaskan bahwa Alegra Fest 2025 bukan sekadar ajang euforia belaka. “Kami ingin memberikan wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas mereka dalam bermusik, sambil tetap menjaga dan melestarikan musik-musik nusantara,” ujar Risna.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Konsep penampilan musik yang dihadirkan menunjukkan komitmen tersebut. Beberapa band pelajar tampil dengan lagu-lagu tradisional yang diaransemen ulang dengan gaya modern. Salah satu penampilan yang paling menarik perhatian adalah kolaborasi antara band rock SMA Angkasa dan pemain angklung serta gamelan, menghasilkan kombinasi unik antara alat musik tradisional dan modern.

Festival Seni yang Beragam

Selain pertunjukan musik, Alegra Fest 2025 juga menampilkan tari daerah, seperti Tari Jaipong dari Jawa Barat, Tari Saman dari Aceh, dan Tari Kecak dari Bali. Penampilan tari ini menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi penonton dari luar sekolah yang ingin melihat langsung kekayaan budaya Indonesia yang disajikan dalam format pertunjukan modern.

Tak hanya itu, festival ini juga menghadirkan teater modern yang mengangkat cerita rakyat dengan pendekatan kontemporer. Para siswa menampilkan kisah legenda nusantara dengan nuansa kekinian, dilengkapi dengan efek pencahayaan dan multimedia untuk menarik perhatian generasi muda.

Workshop Interaktif dan Edukasi Budaya

Alegra Fest 2025 juga menawarkan edukasi budaya yang menarik bagi peserta dan pengunjungnya. Berbagai workshop seni seperti pelatihan membuat batik, kursus singkat bermain angklung, dan workshop seni lukis bertemakan budaya Indonesia diadakan. Selain itu, acara ini juga menyelenggarakan Bazaar UMKM yang mendapat respons positif dari peserta, terutama siswa-siswi SMP yang hadir. Mereka antusias mencoba pengalaman baru dalam berkarya seni sekaligus lebih mengenal budaya Indonesia.

Dukungan Orang Tua dan Masyarakat

Antusiasme terhadap Alegra Fest 2025 tidak hanya datang dari kalangan siswa, tetapi juga orang tua dan masyarakat sekitar. Banyak orang tua hadir untuk menyaksikan penampilan anak-anak mereka sekaligus memberikan dukungan dalam pelestarian budaya. Partisipasi komunitas seni dan budaya Bandung turut memperkaya festival dengan beragam pertunjukan seni tradisional yang autentik.

Menjadi Inspirasi bagi Sekolah Lain

Dengan suksesnya penyelenggaraan Alegra Fest 2025, SMA Angkasa Husein Sastranegara Bandung berharap acara ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk menyelenggarakan kegiatan serupa. Menggabungkan seni modern dengan budaya lokal menjadi cara efektif untuk menarik minat generasi muda agar lebih mencintai warisan budaya bangsa.

Melalui Festival Harmoni Jiwa, SMA Angkasa membuktikan bahwa seni bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya yang sangat efektif. Alegra Fest 2025 bukan hanya pentas seni biasa, tetapi sebuah perayaan kreativitas dan identitas budaya yang layak mendapat apresiasi luas.

“Acara ini bukan hanya sekadar event tahunan, tetapi juga merupakan kesempatan bagi siswa untuk belajar mempersiapkan diri, berkompetisi, dan mengembangkan keterampilan dalam mengorganisir acara, yang dapat menjadi bekal mereka dalam dunia bisnis dan event organizer,” tutup Risna, selaku ketua pelaksana acara ini.

 

(AR)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *