Republik Satu, Kompetisi Piala FA musim 2025–2026 langsung menghadirkan dua cerita ekstrem yang mencuri perhatian publik sepak bola Inggris. Pada fase ronde ketiga atau babak 64 besar, Manchester City dan Crystal Palace mengalami nasib yang benar-benar bertolak belakang saat menghadapi lawan dari kasta bawah.
Manchester City tampil brutal ketika menjamu Exeter City di Etihad Stadium. Klub raksasa Premier League itu tanpa ampun melumat wakil Divisi 6 dengan skor mencolok 10-1. Laga tersebut berubah menjadi panggung unjuk kekuatan City yang menurunkan kombinasi pemain inti dan debutan.
Salah satu sorotan datang dari Antoine Semenyo. Pemain anyar tersebut langsung mencuri perhatian lewat kontribusi gol dan assist pada penampilan perdananya bersama The Citizens. Serangan City mengalir deras sejak menit awal, membuat Exeter tak mampu keluar dari tekanan hingga peluit akhir berbunyi.
Berbanding terbalik dengan City, Crystal Palace justru mengalami mimpi buruk. Datang ke markas Macclesfield Town, Moss Rose, status sebagai juara bertahan Piala FA sama sekali tak memberi jaminan. Palace harus angkat koper lebih awal setelah kalah 1-2 dari klub penghuni National League North.
Macclesfield tampil disiplin dan efektif. Gol kemenangan dicetak oleh Paul Dawson serta Isaac Buckley-Ricketts, sementara Palace hanya mampu membalas melalui Yeremy Pino di menit-menit akhir. Kekalahan ini langsung dicatat sebagai salah satu kejutan terbesar dalam sejarah modern Piala FA.
Hasil kontras tersebut kembali menegaskan daya tarik Piala FA sebagai turnamen penuh kejutan. Di satu sisi, raksasa bisa berpesta gol, namun di sisi lain, status juara tak menjamin keselamatan dari badai kejutan tim kecil.
(A.R)












Comment